Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasukkan Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam materi kampanye Partai Likud menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Dilansir dari The Independent, Rabu, 19 Agustus 2026, poster kampanye tersebut menampilkan Mamdani bersama sejumlah tokoh yang dianggap sebagai pihak yang berseberangan dengan Israel. Mereka adalah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem.
Keempat tokoh tersebut ditampilkan dengan latar belakang hitam. Di samping foto mereka terdapat tulisan, "Mereka ingin Netanyahu kalah, jangan biarkan mereka menang."
Netanyahu kemudian membagikan kembali poster tersebut melalui akun media sosialnya dengan menambahkan pesan, "Jangan biarkan mereka menang."
Pencantuman nama Mamdani dalam iklan kampanye tersebut berkaitan dengan perseteruannya dengan Netanyahu mengenai surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap perdana menteri Israel itu pada 2024.
Sebelumnya, Mamdani meminta pemerintah federal AS menjalankan surat perintah penangkapan tersebut apabila Netanyahu berada di Amerika Serikat. Ia bahkan menyatakan bahwa Netanyahu semestinya berada di Den Haag, Belanda, tempat ICC bermarkas.
Baca Juga: Iran Eksekusi Pria yang Dituding Dukung Israel dan AS
"Saya percaya Perdana Menteri Netanyahu berada di Den Haag. Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional," ujar Mamdani dalam wawancara dengan The New York Times.
Mamdani kemudian menjelaskan bahwa pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menangkap Netanyahu. Karena itu, ia meminta pemerintah federal Amerika Serikat mengambil tindakan terkait surat perintah ICC tersebut.
Pernyataan Mamdani mendapat kecaman dari pemerintah Israel. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuding wali kota New York tersebut bersikap antisemit dan mendukung Hamas. Netanyahu sendiri menyebut pernyataan Mamdani sebagai "ujaran kebencian".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan dukungan kepada Netanyahu. Trump menegaskan bahwa perdana menteri Israel tersebut tidak akan ditangkap ketika berada di wilayah Amerika Serikat.
Pemilu Israel yang akan digelar pada Oktober mendatang menjadi salah satu ujian politik penting bagi Netanyahu. Pemilihan tersebut berlangsung di tengah situasi politik yang masih dipengaruhi perang Gaza yang pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Wali Kota New York, Amerika Serikat, Zohran Mamdani. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)