Menteri Garis Keras Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Tiap Malam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran di sebuah bangunan yang rusak di dekat Rumah Sakit Al-Ahli (Baptist) setelah serangan Israel di bagian timur Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 30 Juli 2026 Petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran di sebuah bangunan yang rusak di dekat Rumah Sakit Al-Ahli (Baptist) setelah serangan Israel di bagian timur Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 30 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali menuai kontroversi setelah secara terbuka menyerukan agar puluhan warga Gaza dibunuh setiap malam. Pernyataan tersebut semakin memperlihatkan sikap keras Ben-Gvir dalam menyikapi konflik di Jalur Gaza.

Dilansir dari Middle East Monitor, Rabu, 19 Agustus 2026, pernyataan itu disampaikan Ben-Gvir dalam wawancara podcast "October 8" bersama Rom Braslavski, seorang tentara Israel yang pernah menjadi sandera Hamas di Gaza.

Dalam wawancara tersebut, Ben-Gvir dan Braslavski membahas kondisi Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ben-Gvir kemudian mengkritik kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang belakangan dinilai mengurangi intensitas serangan militer di Jalur Gaza.

"Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan Perdana Menteri," ujar Ben-Gvir.

Ia kemudian menyerukan agar Israel terus melakukan serangan setiap malam di Gaza dengan target yang jauh lebih luas.

"Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang -- bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu," kata Ben-Gvir.

Menurutnya, operasi militer Israel tidak semestinya hanya diarahkan kepada individu yang "menimbulkan ancaman langsung" di Gaza.

"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," ujar Ben-Gvir, yang merupakan pemimpin Partai Jewish Power berhaluan sayap kanan jauh.

Baca Juga: Ribuan Warga Gaza Masih Menanti Evakuasi Medis

Wawancara tersebut sebenarnya telah ditayangkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam. Namun, pernyataan Ben-Gvir baru mendapat perhatian luas pada Minggu, 16 Agustus 2026 setelah dikutip dan disebarluaskan berbagai media Palestina.

Dalam kesempatan yang sama, Ben-Gvir juga menolak pandangan bahwa warga Palestina yang "mungkin dianggap tidak terlibat" dalam pertempuran harus terbebas dari serangan Israel.

Ia secara khusus menyinggung seorang perempuan Palestina di Gaza yang pernah memberikan makanan kepada Braslavski selama menjadi sandera Hamas. Ben-Gvir menyebut perempuan tersebut sebagai "teroris dalam segala hal" dan mengatakan dia "pantas ditembak di kepala".

Braslavski sendiri merupakan salah satu sandera yang ditahan Hamas sejak serangan 7 Oktober 2023. Ia kemudian dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan pada Oktober 2025.

Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan <b>(Antara)</b> Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan (Antara)

Dalam wawancara tersebut, Ben-Gvir juga menyatakan kebanggaannya karena dianggap menimbulkan rasa takut di Gaza. Pernyataan itu muncul setelah Braslavski menceritakan kebencian dan ketakutan yang ditunjukkan para penculiknya terhadap Ben-Gvir.

"Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita," kata Ben-Gvir.

Ia sekaligus kembali mendukung pembangunan permukiman Israel di seluruh wilayah Gaza serta mendorong warga Palestina meninggalkan kawasan tersebut dan bermigrasi ke negara lain.

"Pembangunan permukiman bukan hanya di Gush Katif (blok permukiman Yahudi yang dievakuasi Israel pada tahun 2005-red), tetapi di seluruh Gaza, mendorong emigrasi sebanyak mungkin, mengirimkan mereka ke negara-negara mereka, dan untuk para teroris, tidak ada emigrasi, tidak ada apa pun, hanya bunuh mereka satu per satu," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close