Ntvnews.id, Gaza - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Nickolay Mladenov menyepakati pembentukan dua komite yang akan menangani berbagai persoalan di Jalur Gaza, Palestina.
Dilansir dari AFP, Rabu, 19 Agustus 2026, Kesepakatan tersebut tercapai ketika Netanyahu bertemu Mladenov di Israel pada Senin, 17 Agsutus 2026. Pertemuan itu juga dihadiri Jared Kushner, menantu sekaligus utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
"Perdana Menteri dan Dewan Perdamaian telah melakukan diskusi yang mendalam dan konstruktif. Disepakati untuk membentuk dua kelompok kerja," demikian pernyataan dari kantor Netanyahu yang disampaikan melalui media sosial X.
Salah satu kelompok kerja akan menangani persoalan pelucutan senjata kelompok milisi Hamas. Komite tersebut bertugas mendorong demiliterisasi Gaza secara "segera" dan proses itu harus dituntaskan "sebelum rekonstruksi apa pun terjadi di Gaza."
Sementara itu, komite lainnya akan menangani persoalan kemanusiaan, terutama "sanitasi, air bersih, dan masalah kesehatan masyarakat lainnya bagi penduduk Gaza, yang juga memengaruhi masyarakat di Israel."
Kushner dalam keterangannya kepada Fox News mengatakan pertemuannya dengan Netanyahu pada Senin berlangsung "sangat, sangat baik". Ia mengakui terdapat sejumlah kesalahpahaman mengenai peta jalan perdamaian, tetapi persoalan tersebut telah berhasil diselesaikan dalam pembicaraan.
Baca Juga: Ribuan Warga Gaza Masih Menanti Evakuasi Medis
"Saya kira ada beberapa kekhawatiran valid yang mereka sampaikan dan berhasil mereka atasi," ujar Kushner, seperti dikutip Anadolu Agency.
Kushner juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan izin untuk memulai rekonstruksi Gaza sebelum proses demiliterisasi wilayah tersebut rampung.
Ia turut menjelaskan bahwa Washington tidak akan menghalangi "hak Israel untuk membela diri" dari ancaman yang dinilai akan segera terjadi.
Pertemuan antara Kushner dan delegasi BoP dengan Netanyahu berlangsung setelah Israel sebelumnya menolak dokumen berisi 15 poin yang disusun BoP terkait masa depan Gaza.
Board of Peace merupakan badan yang dibentuk atas inisiatif Trump untuk mengawasi proses administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Jalur Gaza selama masa transisi setelah konflik.
Beberapa hari setelah Trump mengumumkan dokumen tersebut, Netanyahu menyatakan Israel tidak bersedia menerima rancangan yang diajukan. Ia menilai sejumlah poin dalam proposal itu tidak dapat diterima Israel, termasuk ketentuan mengenai penarikan pasukan.
Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace (Istimewa)