Ntvnews.id, Jakarta - Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang akrab disapa Gus Miftah, diutus oleh Presiden Prabowo untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan Presiden (Banpres) kali ini secara khusus difokuskan pada pemulihan fasilitas publik, yakni renovasi rumah ibadah dan pondok pesantren yang mengalami kerusakan.
Lebih lanjut, Gus Miftah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan stimulus untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur religi di wilayah terdampak. Ia menekankan bahwa besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada di lapangan.
"Kalau Banpres itu kan sifatnya bukan full ya. Artinya peruntukannya banyak. Saya hanya sekadar menyalurkan dengan melihat kondisi di lapangan. Kan pastinya, rumah-rumah ibadah itu tingkat kerusakannya, keparahannya, dampaknya berbeda-beda. Kita melihat kondisi riil di lapangan," ujar Gus Miftah, 19 Agustus 2026.
Gus Miftah mengungkapkan, untuk setiap titik rumah ibadah yang terdampak, rata-rata alokasi bantuan yang disalurkan berada kisaran Rp 100 juta. Dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengelola tempat ibadah dalam memperbaiki fasilitas yang rusak agar bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat.
"Biasanya untuk renovasi pesantren atau tempat ibadah itu rata-rata minimal sekitar 100 juta satu tempat. Kita melihat berapa yang bisa kita subsidi. Amanah yang diberikan ke saya kira-kira di angka itulah untuk meringankan korban gempa dalam bentuk fasilitas rumah ibadah," jelasnya.
Meski demikian, Gus Miftah menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya pintu penyaluran bantuan kepresidenan. Menurutnya, Pemerintah melalui berbagai lembaga dan satgas juga bergerak menyalurkan bantuan dalam bentuk lain yang jumlahnya jauh lebih besar.
Keberangkatan Gus Miftah ke NTT dilakukan dengan koordinasi bersama pihak Istana dan Satgas penanggulangan bencana. Ia menyebut komunikasi dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) berjalan sangat baik untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Kebetulan komunikasi kita dengan Pak Seskab cukup baik, dengan Satgas juga cukup baik. Saya berangkat ke sana juga pamitan dengan Seskab, beliau sahabat kita," ungkap Gus Miftah.
Selain menyerahkan bantuan secara fisik, Gus Miftah juga bertugas untuk memantau situasi terkini di lokasi bencana. Hasil tinjauan langsung di lapangan tersebut nantinya akan dilaporkan kembali kepada Presiden melalui Sekretaris Kabinet sebagai bahan evaluasi kebijakan penanganan dampak gempa lebih lanjut.
"Tentunya pandangan mata yang ada di sana akan kita laporkan kepada Presiden melalui beliau-beliau ini," pungkasnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat NTT yang sedang berjuang bangkit pascabencana, sekaligus memastikan bahwa sarana ibadah tetap menjadi prioritas dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Gus Miftah (NTVNews)