Pramono: Saya Tujuh Bersaudara, Enggak Mungkin S1-S3 Tanpa Beasiswa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 12:41
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pentingnya akses pendidikan dan beasiswa bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu. Ia mengaku merasakan sendiri manfaat beasiswa karena berasal dari keluarga sederhana dengan tujuh bersaudara.

Pramono mengatakan, dirinya merupakan anak seorang guru. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi sulit ditempuh tanpa dukungan beasiswa.

"Karena saya alami sendiri, Pak Haji Rawi. Saya ini tujuh bersaudara, anaknya guru. Enggak mungkin saya bisa selesai S1, S2, S3 kalau kemudian tanpa beasiswa yang saya terima pada waktu itu, enggak mungkin," kata Pramono saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus DPW dan DPC IKAMA se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pendidikan Jadi Jalan Mengubah Nasib 

Berangkat dari pengalaman pribadinya, Pramono menilai pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup keluarga kurang mampu.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan warga Jakarta yang membutuhkan tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan, tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun asal daerah.

Salah satu program yang disorot adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurut Pramono, bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

"Bahwa Pemerintah DKI Jakarta mengutamakan marga mana pun yang tidak mampu, selama dia menjadi bagian dari warga Jakarta, maka dia mendapat apa yang dinamakan dengan KJP, Kartu Jakarta Pintar. Saya yakin pasti anak-anak Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian di ruangan ini ada yang mendapatkan KJP, pasti Kartu Jakarta Pintar," ungkapnya.

Selain KJP, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk kuliah di S1, S2, S3. Pak Haji Rawi, jumlahnya KJP itu sekarang ini, tahun ini 707.420 siswa," ujarnya.

Kebijakan pendidikan gratis di Jakarta, lanjut Pramono, tidak hanya menyasar sekolah negeri. Pemprov DKI juga telah menggratiskan pendidikan di sejumlah sekolah swasta.

Ia menyebut terdapat 155 sekolah swasta yang masuk dalam program tersebut, termasuk sekolah swasta berbasis keagamaan dan pondok pesantren. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Selain bantuan biaya pendidikan, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah. Program ini ditujukan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang belum dapat mengambil ijazahnya meski telah bertahun-tahun menyelesaikan pendidikan. Pramono menilai persoalan tersebut umumnya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi keluarga.

"Karena enggak mungkin orang enggak bisa mengambil ijazah itu dari keluarga yang mampu, enggak mungkin. Pasti ini keluarga tidak mampu. Dan itulah pemerintah atau negara hadir untuk membantu itu," katanya.

Tak hanya pendidikan, Pramono mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian terhadap akses layanan Kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi terbawah.

Ia menyebut Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang memberikan fasilitas bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Pemerintah DKI, kata Pramono, juga membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

"Karena saya meyakini dengan pendidikan dan kesehatan itulah kalau kemudian anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi, maka mereka pasti bisa menjadi orang yang merubah atau lokomotif atau penarik dalam keluarganya," ungkapnya.

Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri

Pramono juga mengungkapkan rencana pengembangan program beasiswa bagi anak-anak Jakarta berprestasi. Melalui program yang disebut LPDP Jakarta, Pemprov DKI akan memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Menariknya, penerima beasiswa nantinya memiliki keleluasaan memilih negara maupun tujuan pendidikan sesuai dengan ketentuan program.

Untuk tahun depan, Pramono memperkirakan jumlah penerima beasiswa tersebut berada di kisaran 50 hingga 75 orang.

"Pemerintah DKI Jakarta akan menyekolahkan anak-anak pinter sekolah di luar negeri yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Tahun depan ini jumlahnya antara 50 sampai 75 orang. Ke mana? Terserah anak-anak itu," tutup Pramono.

HIGHLIGHT

x|close