Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pemangku kepentingan mengirimkan bantuan sebanyak 165,97 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Distribusi bantuan dilakukan melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, bantuan melalui jalur udara tersebut dikirim menggunakan 12 sortie penerbangan. Pengiriman melibatkan armada TNI AU, pesawat kargo, dan maskapai komersial dengan tujuan Maumere (MOF) serta Labuan Bajo (LBJ).
"BNPB menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) memimpin pengiriman 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama, yang mengangkut perlengkapan seperti selimut, tenda, internet starlink, kasur lipat, hingga sembako," kata Berton dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga: Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT hingga Hari Kelima
Logistik yang diberangkatkan mencakup sejumlah kebutuhan bagi masyarakat terdampak. Di antaranya paket sembako, hygiene kit, matras, tenda keluarga, sarung, pakaian wanita, serta perangkat penjernih air.
"Untuk mengantisipasi krisis komunikasi serta memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di area terdampak bencana dan area pengungsian, rangkaian distribusi ini secara khusus menyertakan 20 unit perangkat internet satelit Starlink (gabungan Kementerian Pertahanan dan BNPB), satu unit motor viar penjernih air, serta 16 unit genset darurat," ucap Berton.
BNPB berharap distribusi berbagai bantuan tersebut dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak gempa di Provinsi NTT.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turun langsung meninjau penanganan pascagempa di Kabupaten Ende, NTT. Ia melakukan inspeksi sekaligus mengevaluasi kebutuhan pemulihan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Mendagri Siapkan Penanganan Prioritas Gempa NTT
Tito menyampaikan bahwa dirinya akan mendatangi sejumlah titik yang terdampak bencana. Pemeriksaan mencakup kondisi infrastruktur dan layanan dasar masyarakat. Ia juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar penanganan di lapangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
"Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB, jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (segera perbaiki)," kata Tito.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Manggarai Timur, Tito turut menyoroti persoalan pasokan listrik. Ia menemukan masih terdapat kecamatan yang belum memperoleh aliran listrik.
Tito menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dan layanan dasar harus berjalan bersamaan dengan upaya memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak. Keselamatan korban menjadi fokus utama pada tahap awal penanganan bencana.
(Sumber: Antara)
BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan mengirimkan 165,97 ton bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. (Antara)