Ntvnews.id, Timika - Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda mengatakan prajurit TNI melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang membawa paksa sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Jozanda saat dikonfirmasi di Timika, Rabu malam, mengatakan TNI langsung mengirim personel untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut setelah menerima laporan mengenai warga yang dibawa paksa.
"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," ujarnya.
Dandim mengecam tindakan kelompok tersebut yang dinilai keji dan tidak manusiawi. Menurut dia, informasi mengenai kejadian itu diterima Danramil Jila dari masyarakat setempat.
"Kalau bahasa saya itu pembawaan paksa, jadi dipaksa dibawa. Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat setempat, ada beberapa warga yang dipaksa dibawa, ada anak kelas III SD, kelas IV SD, kelas VI SD, ada yang umur 18 tahun tiga orang, dan satu orang berumur 17 tahun sedang dalam kondisi hamil muda," katanya.
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Penyanderaan 9 Warga Sipil di Distrik Jila Mimika
Jozanda mengatakan dua ibu korban berusaha menolak agar anak-anak mereka tidak dibawa oleh kelompok tersebut. Salah satu ibu dilaporkan meninggal dunia, sedangkan seorang lainnya mengalami patah tulang setelah didorong ke jurang.
Ibu yang meninggal dunia bernama Neregingget Magai (48), sementara ibu yang mengalami patah tulang bernama Inkolung Aim.
"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya.
Saat ini, situasi di Distrik Jila disebut berangsur kondusif. Namun, akses transportasi penerbangan masih belum dapat masuk ke wilayah tersebut.
Peristiwa warga dibawa paksa tersebut terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026. Berdasarkan informasi masyarakat, kelompok bersenjata yang membawa sembilan warga itu berjumlah sekitar 15 orang.
Baca Juga: Pratu Rizki Kurniawan Gugur Ditembak OPM di Mimika Saat HUT ke-81 RI
"Untuk kelompok ini dari mana, kami sedang melakukan investigasi. Nanti saya informasikan lagi. Dan lebih penting, ini kelompok baru karena bahasanya berbeda dengan masyarakat di sana," kata Jozanda.
Sembilan warga yang dibawa paksa tersebut yakni Nemerina Wamang (17) yang sedang hamil muda, Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Meswaro (kelas III SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
(Sumber: Antara)
Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Infanteri Jozanda memberikan keterangan di Timika (Antara)