Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria paruh baya berinisial AG, warga RT 006/09 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, tewas tertemper Commuter Line di sekitar perlintasan Cawang-Tebet, Kamis (20/8/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi saat kereta dari arah Cawang melintas menuju Jakarta.
Petugas palang pintu perlintasan bernama Huta mengungkap detik-detik sebelum korban tertemper. Saat itu, perlintasan sudah ditutup karena kereta akan melintas. Korban disebut sempat duduk di sekitar palang perlintasan bersama petugas.
"Tadi ada kereta dari arah Cawang, terus kan sudah ditutup perlintasan. Dia (korban) duduk di situ, terus saya di sebelahnya," katanya.
Ketika kereta semakin mendekat, Huta kemudian beranjak untuk melihat dan memastikan perjalanan kereta. Namun, saat kembali melihat ke arah tempat korban sebelumnya duduk, korban sudah tidak terlihat.
"Pas saya lagi ke sana lihat kereta, kan dijagain. Terus pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia sudah enggak ada," ujarnya.
Huta kemudian melihat korban sudah terseret kereta. Ia menyebut korban merupakan seorang laki-laki yang sudah berusia lanjut dan diduga merupakan warga sekitar lokasi perlintasan.
"Dia sudah enggak ada. Saya tengok sudah keseret," katanya.
Menurut Huta, korban sebelumnya memang kerap terlihat duduk atau nongkrong di sekitar perlintasan tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengenal korban secara pribadi.
"Saya baru lihat aja nongkrong di situ. Biasanya kan duduk, yang di situ duduk aja, nongkrong," ujarnya.
Perlintasan tersebut dikenal warga sebagai penyeberangan kereta SMAN 37 karena berada di dekat SMAN 37 Jakarta. Saat kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, banyak anak sekolah yang melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Polda Kalteng Tetapkan 12 Tersangka Kasus Karhutla hingga Agustus 2026
Terkait dugaan korban sengaja berada di jalur kereta, Huta mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang didengarnya, terdapat dugaan korban melakukan aksi mengakhiri hidup.
"Iya ada dugaan, saya belum tahu juga," katanya.
Peristiwa tersebut turut menghambat perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota. KAI Commuter menyebut seorang warga tertemper kereta KA 1183 di antara Stasiun Pasar Minggu dan Manggarai, tepatnya di KM 12+7 dekat Stasiun Tebet, sekitar pukul 06.35 WIB.
"Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuterline Bogor-Jakarta Kota sehubungan KA 1183 tertemper orang di antara stasiun Pasar Minggu-Manggarai pada jam 06.35, di KM 12+7 dekat Stasiun Tebet," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, Kamis (20/8/2026).
Saat ini kejadian tersebut dalam penanganan petugas. KAI Commuter menyampaikan perjalanan KRL masih menunggu pengecekan rangkaian di Stasiun Tebet.
"Saat ini masih dalam penanganan petugas, dan terhadap rangkaian KA1183 dalam pengecekan di stasiun Tebet. Hal ini berdampak pada keterlambatan perjalanan Commuterline lintas Bogor-Jakarta Kota," ujarnya.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna, kami menghimbau kepada pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas kami. Kami terus akan menyampaikan pembaruan informasi perjalanan Commuterline pada kanal media sosial KAI Commuter," lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah pengguna KRL mempertanyakan kapan penanganan tersebut selesai. Sebagian mereka mengeluhkan KRL yang tertahan di sejumlah stasiun.
Pria Paruh Baya Tertabrak Kereta di Tebet (Instagram)