Ntvnews.id, Jakarta -Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa fenomena kepulan asap yang teramati di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur, dipicu oleh kebakaran lahan. Fenomena tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh aktivitas vulkanik maupun erupsi gunung api.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa titik kepulan asap mulai terdeteksi sejak Rabu (19/8) pukul 06.30 WIB. Asap tersebut kemudian terlihat bergerak dan melebar pada pukul 13.06 WIB.
"Dari karakter sebaran, lokasi, dan warna asap yang teramati, diduga bahwa fenomena kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran lahan," ujar Lana di Jakarta, Kamis (20/8).
Lana membeberkan bahwa hasil pengamatan visual Gunung Raung selama dua pekan terakhir hanya menunjukkan hembusan gas atau uap air bertekanan fluktuatif dengan ketinggian maksimal 500 meter di atas puncak. Dalam rentang waktu tersebut, tidak teramati adanya aktivitas erupsi yang mengeluarkan material batuan.
Dari sisi seismik, rekaman kegempaan masih didominasi oleh Gempa Hembusan permukaan akibat pelepasan tekanan gas. Tim ahli juga tidak mendeteksi adanya peningkatan jumlah maupun variasi jenis kegempaan yang mengindikasikan proses migrasi magma ke permukaan.
Atas pertimbangan data teknis tersebut, Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas gunung yang membentang di Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso ini tetap bertahan pada Level II (Waspada) sejak 19 Desember 2023.
Meskipun demikian, Lana mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di kawah puncak. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi bahaya akumulasi gas vulkanik berkepekatan tinggi.
Kepulan asap yang teramati petugas vulkanologi badan geologi di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur, dipicu oleh kebakaran lahan, bukan aktivitas vulkanik maupun erupsi. (Antara)