Polisi Selidiki Temuan Potongan Kaki di Sungai Limo Depok

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 14:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Penemuan mayat Ilustrasi - Penemuan mayat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah menyelidiki penemuan potongan tubuh yang diduga kaki manusia di aliran Sungai Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Potongan tubuh tersebut pertama kali ditemukan oleh dua petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Limo yang sedang membersihkan area sungai secara rutin.

"Petugas SDA sedang pembersihan di sungai, kemudian ditemukan ada potongan tubuh bagian diduga kaki. Dari petugas tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian," ujar Ketua Tim Khusus (Katimsus) 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Usai menerima laporan, tim gabungan bersama Unit Identifikasi Polda Metro Jaya bergerak ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Potongan tubuh itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani pemeriksaan forensik.

Langkah ini diambil untuk menguji keabsahan temuan serta menelusuri keterkaitannya dengan kasus pembunuhan mutilasi yang terjadi sebelumnya. Aliran Sungai Limo sendiri diketahui terhubung langsung dengan sistem aliran Kali Licin.

"Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik Kramat Jati untuk pendalaman lebih lanjut, untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu," kata Breggy.

Hingga kini, kepolisian terus melacak keberadaan potongan kedua kaki korban mutilasi yang sebelumnya ditemukan dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengungkapkan dua kendala utama dalam perburuan potongan tubuh tersebut, yakni kepastian titik awal pembuangan oleh tersangka serta derasnya arus sungai.

"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," jelas Iman pada 7 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa pengaturan ritme kerja tim, termasuk unit K9, terus dijaga agar pencarian tetap efektif.

Kasus ini sendiri bermula dari terungkapnya identitas korban mutilasi bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa pelaku pembunuhan berinisial SA (26) telah berhasil ditangkap oleh Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

(Sumber:Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close