Kemendagri: Data Terintegrasi Kunci Respons Cepat Tanggap Darurat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 15:22
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendagri Tito Karnavan serah bantukan kepada korban gempa di NTT. Mendagri Tito Karnavan serah bantukan kepada korban gempa di NTT. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Zakaria Ali menilai pengelolaan posko dan integrasi data kebencanaan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

“Pengelolaan posko yang solid dan data yang terintegrasi adalah kunci dalam respons cepat tanggap darurat. Kami mendorong BPBD dan seluruh unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik ini, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada,” kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Safrizal mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan inspeksi ke Kabupaten Sikka pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kunjungan itu dilakukan setelah gempa bumi tektonik mengguncang wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan tanggap darurat berjalan optimal. Pemerintah juga memastikan pelayanan publik bagi masyarakat tetap berlangsung.

Baca JugaMendagri Minta Pejabat Baru Kemendagri Tingkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan

Safrizal bersama Tito turut meninjau Pelabuhan Laurentius Say di Maumere. Berdasarkan laporan Bupati Sikka, gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Tito menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia juga mengapresiasi jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan Otoritas Pelabuhan yang bergerak cepat sehingga aktivitas pelayanan di pelabuhan dapat kembali normal meskipun sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Kepala Syahbandar melaporkan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan lancar berkat sistem pelayanan digital yang dilengkapi mekanisme cadangan atau backup.

Tito meminta seluruh jajaran tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Berdasarkan prediksi BMKG, gempa susulan berskala kecil masih berpotensi terjadi dalam 2 hingga 3 minggu ke depan.

Baca JugaTito Karnavian: Kemendagri Siap Integrasikan Data Kependudukan ke Sistem Satu Data Indonesia

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak, Tito menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga almarhumah Maria Diana Meliana. Ia merupakan salah satu korban meninggal dunia akibat gempa di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Dalam kesempatan itu, Mendagri memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Pemerintah menegaskan kehadirannya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola BPBD Kabupaten Sikka.

Tito memberikan apresiasi terhadap pengelolaan posko tersebut yang dinilai mampu menyajikan data kebencanaan secara rinci dan menyeluruh. Sistem tersebut mendukung koordinasi lintas sektor sekaligus membantu proses pengambilan keputusan secara cepat di lapangan.

Pemerintah pusat memastikan dukungan dan koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa dapat terpenuhi.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close