Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran terhadap Iran sebagai bagian dari upaya memperluas tekanan dan mengisolasi negara tersebut.
Trump mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk memutus jalur keuangan dan perdagangan yang selama ini memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
“Tidak ada seorang pun memberikan kesempatan lebih besar kepada Republik Islam Iran untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya bagi mereka, mereka gagal memanfaatkannya,” kata Trump melalui platform Truth Social pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Trump kemudian menyatakan bahwa AS akan menjalankan operasi ekonomi yang disebutnya sebagai yang paling menghancurkan terhadap suatu negara.
“Hari ini, saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun! Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: Trump Tunda Tarif 50 Persen untuk Kanada Selama 3 Hari
Ia juga memperingatkan negara-negara yang membantu Iran. Menurut Trump, negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.
Trump secara khusus menyoroti sejumlah aktivitas yang menurutnya harus dihentikan, termasuk penyelundupan minyak, fasilitas pertukaran keuangan, transfer uang tunai, tempat penukaran mata uang, registrasi kapal, serta penggunaan perusahaan kedok.
“Semua itu harus dihentikan sekarang,” tegasnya.
Selain tekanan ekonomi, Trump turut mengklaim kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan parah. Ia menyebut angkatan laut dan angkatan udara Iran telah mengalami kehancuran serta sejumlah fasilitas militer negara tersebut rusak.
Baca Juga: Netanyahu dan Menantu Trump Berbeda Pendapat soal Operasi Militer Israel di Gaza
Trump juga mengatakan mata uang Iran sudah “tidak bernilai” dan menggambarkan kondisi negara itu berada di ujung tanduk.
Lebih lanjut, Trump menyebut kampanye tersebut sebagai “D-Day ekonomi” dan meminta sekutu-sekutu AS ikut mengambil langkah untuk mengisolasi Iran.
“Kita membutuhkan seluruh sekutu kita untuk berdiri bersama Amerika Serikat guna mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran,” katanya.
Trump kemudian kembali menegaskan sikap pemerintahannya terkait program nuklir Iran.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)