Jika LRT Kelapa Gading hingga Dukuh Atas Dilanjut dan Sambungkan 4 Kota, Jakarta Barat?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 15:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id , Jakarta - Rencana perpanjangan LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pembangunan transportasi publik di Ibu Kota. Pasalnya, jalur tersebut dinilai mencakup sejumlah wilayah Jakarta, sementara Jakarta Barat tidak masuk dalam rute tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun menjawab pertanyaan mengani Jakarta Barat seperti dianaktirikan dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pembangunan di Jakarta tidak hanya fokus pada satu wilayah atau proyek transportasi tertentu. Ia menyebut sejumlah pembangunan di Jakarta Barat juga tengah dikerjakan pemerintah.

Flyover Latumenten Jadi Salah Satu Fokus Pembangunan Jakarta Barat

Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten (NTVNews.id/Adiansyah)

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah membangun Flyover Latumenten, yang menurutnya merupakan salah satu titik yang sebelumnya kerap mengalami kemacetan serius.

Ia berharap proyek tersebut dapat rampung pada akhir tahun ini sehingga mampu membantu menguraikan persoalan lalu lintas di kawasan Jakarta Barat.

“Di Jakarta Barat, saya sekarang ini membangun jalan layang yang dulu salah satu menjadi tempat kemacetan yang paling serius di Jakarta, yaitu jalan layang Latumenten, dan mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” katanya di Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain pembangunan jalan layang, ia juga menyoroti rencana pengembangan MRT Jakarta koridor Barat-Timur. Menurut dia, proyek tersebut nantinya akan mencakup sebagian besar wilayah Jakarta Barat dan terhubung hingga wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Dan kita sudah membangun MRT dari barat ke timur melintasi sebagian besar Jakarta Barat semuanya. Karena titik tengahnya ada di Tangerang, Tangerang Selatan. Jadi Jakarta Barat akan terbelah masuk ke Jakarta Pusat sampai dengan Jakarta Timur. Bahkan yang itu tidak ada Jakarta Selatannya, tidak ada Jakarta Utaranya,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin pembangunan Jakarta dilakukan secara parsial berdasarkan batas wilayah administratif. Menurutnya, setiap proyek harus dilihat sebagai bagian dari sistem pembangunan Jakarta secara keseluruhan.

“Sehingga dengan demikian Saudara-saudara sekalian, dalam membangun Jakarta memang secara keseluruhan kami berpikir. Mengapa seperti yang selalu saya sampaikan, saya ingin menyelesaikan persoalan yang belum selesai dari pemerintah sebelumnya,” tutup Pramono.

LRT Velodrome-Manggarai Segera Diresmikan

Halte LRT Manggarai <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Halte LRT Manggarai (NTVNews.id/Adiansyah)

Di sisi lain, LRT Velodrome-Manggarai segera diresmikan dan direncanakan pada Agustus 2026 ini, dengan panjang sekitar 6,4 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari keseluruhan lintasan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai yang mencapai 12,2 kilometer. Proyek tersebut didukung investasi sekitar Rp12,1 triliun dan memiliki 11 titik penguatan.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, beroperasinya LRT hingga Manggarai akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas Jakarta karena menghubungkan sejumlah wilayah strategis.

"Tanpa disadari, inilah yang menghubungkan tiga wilayah utama Jakarta, yaitu mulai dari utara, Kelapa Gading, kemudian Jakarta Timur, dan sekarang kita berada di Jakarta Selatan. Nanti kemudian kita menghubungkan sampai Dukuh Atas, empat wilayah. Jadi Jakarta Utara, Timur, Selatan, dan Jakarta Pusat," ungkapnya.

Jika nantinya jaringan tersebut dilanjutkan hingga Dukuh Atas, konektivitas LRT akan menjangkau Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.

HIGHLIGHT

x|close