Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memilih memperbaiki sendiri kondisi ruang kelas mereka yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan dengan cara patungan menggunakan uang kas kelas untuk membeli material yang dibutuhkan.
Salah seorang siswi kelas VIII berinisial R mengatakan, perbaikan dilakukan pada bagian tembok ruang kelas. Para siswa tidak hanya mengumpulkan uang untuk membeli bahan, tetapi juga mengerjakan proses perbaikan hingga pengecatan secara mandiri.
“Waktu Minggu kemarin dibenerin. Semen sama pasirnya dibeli dari uang kas. Habis sekitar Rp100 ribu lebih, terus yang mengerjakan dan mengecat juga kita,” kata R, Kamis (20/8).
Menurut R, kerusakan pada ruang kelas tersebut bukan baru terjadi. Kondisi sejumlah fasilitas sudah mengalami kerusakan sejak dirinya pertama kali masuk ke sekolah, termasuk bagian tembok yang mengelupas dan papan tulis yang rusak.
“Sudah lama rusak, waktu awal masuk ke sini juga sudah banyak yang ngelupas. Terus papan tulis juga jebol dari awal masuk,” ujarnya.
Selain tembok dan papan tulis, siswa juga mengeluhkan kondisi fasilitas lain di ruang kelas, seperti kaca jendela, plafon, serta lampu penerangan. Beberapa lampu tidak berfungsi sehingga ruang kelas menjadi kurang terang saat kegiatan belajar berlangsung pada pagi hari.
Baca Juga: Pramono: Kalau LRT Kelapa Gading Berhenti di Velodrome, Sampai Kapan Pun Enggak Pernah Bakal Untung
Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana, dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan KBB, Acon Supriatna, membenarkan kondisi kerusakan fasilitas di SMPN 2 Ngamprah. Menurutnya, pemerintah daerah telah mengusulkan rehabilitasi terhadap 29 ruang kelas di sekolah tersebut.
“Soal bangunan SMP 2 ini memang kondisinya seperti ini. Ada 29 ruang kelas yang diusulkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Acon.
Usulan rehabilitasi tersebut telah diajukan sejak 2025 agar sekolah memperoleh bantuan perbaikan pada 2026. Acon mengatakan, proses tersebut juga telah ditindaklanjuti melalui survei langsung oleh tim kementerian bersama pihak sekolah.
“Ini tahun 2025 sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan di 2026. Bahkan sudah disurvei juga oleh tim kementerian bersama kepala sekolah,” ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan rehabilitasi masih menunggu program dari pemerintah pusat. Acon berharap perbaikan terhadap ruang-ruang kelas yang diusulkan tersebut dapat direalisasikan pada 2027.
“Ada sekitar 29 ruang yang diusulkan, mudah-mudahan tahun 2027 ada perbaikan dari pusat,” katanya.
Kondisi SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat (Instagram)