Menkes Siapkan 6 Helikopter Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 20:22
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menkes Budi Gunadi Sadikin (dua dari kiri) saat mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) untuk skrining TB gratis bagi para siswa SMA. Menkes Budi Gunadi Sadikin (dua dari kiri) saat mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) untuk skrining TB gratis bagi para siswa SMA. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi penyediaan enam unit helikopter yang difungsikan sebagai ambulans udara. Layanan medis udara ini ditujukan untuk mempercepat penanganan pasien, khususnya kategori gawat darurat di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.

Budi menyoroti pembelajaran dari penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak penyintas yang mengalami patah tulang membutuhkan tindakan medis cepat agar terhindar dari risiko infeksi berat. Mengingat akses darat menuju rumah sakit dapat memakan waktu 5 hingga 6 jam, pengerahan moda udara menjadi krusial.

"Jadi, kita bekerja sama dengan Basarnas, Polri dan TNI. Ada 6 helikopter yang pulang pergi, helikopter datang bisa bawa dokternya, karena terisolasi kan mereka, lalu pulang bawa pasiennya, langsung dibawa ke rumah sakit bisa dioperasi," kata Budi saat mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sebagai pelengkap respons darurat di NTT, Kemenkes turut mendirikan dua rumah sakit lapangan (mobile) yang dibekali fasilitas penanganan operasi secara langsung di lokasi bencana.

Secara umum, Menkes menegaskan bahwa operasional ambulans udara ini akan difokuskan untuk kondisi darurat medis (emergency), dengan prioritas penjangkauan di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T).

"Sudah jalan juga kan di Papua, sering dipakai juga ambulans udara ini, nanti akan kita rapikan, memang tidak semua lokasi membutuhkan, tetapi lokasi-lokasi yang remote dan membutuhkan emergency layanan kesehatan dan jauh dari rumah sakit, perlu kita fasilitasi," pungkasnya.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close