Israel Sebut Erdogan Seret Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Hubungan Israel dan Turki kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tersirat mengakui bahwa Tel Aviv berada di balik serangan terhadap sebuah pangkalan udara di Suriah pada awal pekan ini.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bahkan secara terbuka menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membawa negaranya ke dalam "petualangan berbahaya di Suriah". Tuduhan tersebut muncul setelah Israel sebelumnya menuding Turki berupaya membangun pangkalan militer di wilayah Suriah.

"Israel tidak akan membiarkan pihak mana pun mengancam keamanannya," tegas Katz dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X dalam bahasa Ibrani dan Turki.

"Lebih baik bagi Erdogan untuk terus menyampaikan pidato kosong dan penuh delusi yang menentang Israel di parlemen Turki, daripada menguji tekad Israel untuk membela diri," sebut Menhan Israel tersebut.

Pernyataan Katz disampaikan sehari setelah Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah menyampaikan pesan kepada Turki agar tidak membangun pangkalan militer di wilayah Suriah.

Baca Juga: Profil Jay Herdman, Anak John Herdman yang Resmi Bergabung dengan Bali United

Pernyataan Netanyahu itu sekaligus mengarah pada pengakuan tidak langsung mengenai serangan terhadap sebuah pangkalan udara di sekitar Aleppo, wilayah yang berada dekat perbatasan Suriah-Turki.

"Kami tidak akan mentoleransi upaya militer Turki untuk memperkuat posisi mereka ke arah selatan, karena itu mengancam kami," kata Netanyahu dalam wawancara podcast dengan radio militer Israel.

Netanyahu menjelaskan, Israel sebelumnya telah mengirimkan pesan "secara umum" yang menolak keberadaan militer Turki di sebuah pangkalan udara dekat Aleppo.

"Tampaknya mereka tidak mendengarnya, jadi kami memastikan mereka memahaminya dengan lebih jelas," tegas Netanyahu.

Sebelumnya, kantor Netanyahu pada Selasa, 18 Agustus 2026 tidak secara langsung menyatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pernyataan itu menyebut pasukan Turki sempat melakukan peninjauan terhadap pangkalan udara yang menjadi sasaran serangan.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Turki membantah adanya keberadaan militer negaranya di pangkalan udara Abu al-Duhur, Suriah utara, yang diserang Israel pada awal pekan.

Ankara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kedaulatan Suriah dengan "tegas".

"Kami menyatakan bahwa tidak ada delegasi militer Turki di pangkalan udara Abu al-Duhur, baik sebelum atau selama serangan yang dilancarkan Israel terhadap pangkalan tersebut di Suriah," tegas seorang pejabat Kementerian Pertahanan Turki.

Saling tuding antara kedua negara tersebut menambah ketegangan baru di Suriah, terutama terkait keberadaan dan aktivitas militer asing di wilayah negara tersebut.

HIGHLIGHT

x|close