BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 09:27
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi utama berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.

Dari ribuan gempa tersebut, 118 gempa dirasakan oleh masyarakat, sementara 31 kejadian memiliki magnitudo di atas 5,0.

BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada karena rangkaian gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan aktivitas gempa susulan belum menunjukkan pola penurunan yang konsisten. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah kejadian gempa masih berubah-ubah dari hari ke hari.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

BMKG mencatat terdapat 704 gempa pada hari pertama setelah gempa utama. Jumlah tersebut meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.

Selanjutnya, aktivitas gempa tercatat sebanyak 668 kejadian pada hari ketiga, 649 kejadian pada hari keempat, dan 627 kejadian pada hari kelima. Namun, jumlahnya kembali meningkat menjadi 802 gempa pada hari keenam.

Melihat dinamika tersebut, Wijayanto memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat terjadi selama 3 hingga 4 minggu setelah gempa utama.

Sejumlah gempa susulan juga memiliki kekuatan cukup signifikan dan dirasakan kuat oleh masyarakat. BMKG mencatat beberapa kejadian dengan intensitas mencapai IV-VI MMI.

Guncangan signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan magnitudo 5,6. Sehari kemudian, gempa berkekuatan M5,8 terjadi pada 20 Agustus pukul 05.45 WIB. Gempa dengan kekuatan serupa kembali mengguncang wilayah tersebut pada pukul 09.47 WIB.

Rangkaian gempa tersebut menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak. Gempa juga memicu tanah longsor di sejumlah lokasi.

Hasil analisis dan relokasi BMKG menunjukkan bahwa persebaran gempa susulan tidak berlangsung secara merata. Aktivitas tersebut justru membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar sumber gempa M7,7 di wilayah utara Nagekeo dan memanjang mengikuti zona Flores Back-Arc Thrust.

Sementara itu, klaster lainnya teridentifikasi di bagian barat sumber gempa utama, tepatnya di kawasan utara Kabupaten Manggarai.

Pergerakan aktivitas seismik juga berubah dari waktu ke waktu. Pada empat hari pertama setelah gempa utama, gempa susulan relatif tersebar di sejumlah klaster dari wilayah timur hingga barat.

Namun, memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas gempa mulai lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Di sisi lain, aktivitas pada klaster timur perlahan menunjukkan penurunan.

Untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas seismik, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan gempa secara real-time selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.

Petugas secara berkala menganalisis jumlah kejadian gempa, magnitudo, persebaran sumber gempa, arah perkembangan aktivitas seismik hingga karakteristik sumber gempa.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi gempa dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat maupun instansi terkait.

BMKG mengimbau masyarakat terdampak gempa Flores untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa, serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi terbaru, BMKG memperbarui data aktivitas gempa susulan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB.

HIGHLIGHT

x|close