Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai proses negosiasi dengan Iran kini menghadapi kendala pelik. Situasi tersebut dipicu oleh banyaknya figur pemimpin di negara Timur Tengah itu yang telah tewas dalam serangkaian peristiwa belakangan ini.
"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," kata Trump kepada Michael Cohen di 77 WABC.
Pernyataan tersebut mengemuka di tengah memanasnya hubungan kedua negara. Pada Rabu (19/8), Trump resmi mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran sekaligus menyerukan kepada negara-negara sekutu AS untuk mendukung langkah tersebut.
Langkah agresif Washington langsung menuai tanggapan keras dari Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (20/8) mengecam tindakan tersebut dan melabelinya sebagai bentuk "terorisme ekonomi".
Kekosongan dan ketidakpastian struktur kepemimpinan di Iran sendiri bermula dari serangan pada 28 Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pascakejadian tersebut, putranya, Mojtaba Ali Khamenei, telah ditunjuk untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan tertinggi.
Papan reklame raksasa menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disertai tulisan (Antara)