Hashim Tekankan Aturan Satu Peminat Satu Unit di Hunian Terjangkau Manggarai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 15:12
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dalam Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai, di Jakarta, Jumat (21/8/2026) Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dalam Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai, di Jakarta, Jumat (21/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan agar pelaksanaan program Hunian Terjangkau Manggarai berjalan di atas prinsip keadilan. Ia memperingatkan pengelola untuk memperketat pengawasan agar proyek ini tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu dengan memberlakukan aturan ketat: satu peminat hanya boleh memiliki satu unit hunian.

Hashim meminta pengelola program memastikan tidak ada aksi pemborongan unit dalam jumlah besar yang nantinya dijual atau dialihkan kembali kepada pihak lain.

"So ini yang kita minta betul-betul diperhatikan ya. Jangan diborong. Dari 3.000 nanti orang tertentu beli 300, 500, nanti titip siapa, titip sopirnya, atas nama sopirnya, atas nama office boy-nya," kata dia dalam acara Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8).

"So itu kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu tempat hunian," ujarnya pula.

Ia menilai penguatan eksekusi di lapangan menjadi tantangan penting dalam menjalankan berbagai program perumahan pemerintah. Lebih lanjut, Hashim menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperluas pembangunan hunian terjangkau berkonsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di berbagai daerah, khususnya pada lahan-lahan strategis di sekitar stasiun kereta api.

"Ini bukan pertama dan terakhir. Ada nanti di Kampung Bandan dari Qatar, terus dengan Astra, dengan nanti mungkin di Bandung ada tempat, saya dengar di Surabaya, di Semarang, di mana tempat-tempat ada stasiun-stasiun lahan luas, itu nanti kita mau bangun sistem TOD ini," katanya lagi.

Pembangunan hunian terjangkau ini merupakan bagian dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga demi menjamin akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak. Terletak di kawasan strategis, Hunian Manggarai berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare yang mencakup Blok G, Blok F, dan Blok H.

Proyek ini dirancang menghadirkan 3.784 unit hunian vertikal yang terbagi dalam delapan tower, lengkap dengan 150 unit area ritel sebagai fasilitas penunjang. Pembangunannya ditargetkan rampung dalam kurun waktu 18 bulan dengan tetap memprioritaskan keselamatan operasional perjalanan kereta api.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh unit Hunian Manggarai diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai dengan ketentuan serta kriteria yang ditetapkan pemerintah.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close