Ntvnews.id, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 66.679 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Jumlah tersebut menjadi salah satu dampak kesehatan yang muncul seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. BPBD Kalteng menyebut, kasus ISPA telah tercatat dalam data penanganan dampak karhutla yang terus berlangsung.
"Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA," tulis akun Instagram @bpbdkalteng, dikutip Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data per Kamis (20/8) pukul 18.00, tercatat sebanyak 2.892 titik panas atau hotspot yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam periode tersebut, juga dilaporkan terjadi 67 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 268,07 hektare.
Penanganan kebakaran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla, dengan dukungan lima unit helikopter dan satu unit pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC).
Baca Juga: KPK Panggil Stafsus Menhut Terkait Kasus Kuansing
Di tengah kondisi tersebut, penurunan kualitas udara turut menjadi perhatian. Pada Rabu (19/8), kualitas udara di Palangka Raya bahkan tercatat memiliki skor 487 berdasarkan Air Quality Index (AQI).
Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, ISPA merupakan berbagai jenis infeksi yang memengaruhi saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, hingga paru-paru.
Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai agen, seperti virus, bakteri, maupun jamur. Selain itu, penurunan kualitas udara juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya gangguan pada saluran pernapasan.
Sejumlah gejala ISPA yang dapat muncul antara lain batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, serta sesak napas atau kesulitan bernapas. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kondisi tubuh yang terasa lemas atau mudah lelah.
Gejala lainnya dapat berupa suara serak atau hilangnya suara, pilek maupun nyeri sinus. Dalam beberapa kondisi, ISPA juga dapat disertai mual, muntah, diare, hingga penurunan nafsu makan.
Atasi Karhutla Kalimantan, Modifikasi Cuaca Terus Dioptimalkan. (Kemehut)