Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan lima pesawat TNI Angkatan Udara diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," kata Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kondisi di lapangan.
Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Baca Juga: BPBD Catat Luas Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare hingga Agustus 2026
Teddy mengatakan berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk menangani karhutla di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
"Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra," ujarnya.
Armada udara yang beroperasi di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Pesawat tersebut digunakan untuk mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman kebakaran melalui metode water bombing.
Operasi udara telah dilakukan secara intensif. Pada Kamis (20/8) dan Jumat, armada BNPB bersama TNI melaksanakan water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di sejumlah wilayah terdampak.
Penambahan armada udara menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat penanganan karhutla dan mempercepat respons terhadap titik api yang berpotensi meluas.
Baca juga: BNPB Perkuat Operasi Udara di 6 Provinsi Prioritas Karhutla
Pemerintah juga terus berupaya mengurangi dampak kabut asap akibat karhutla, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.
(Sumber: Antara)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan pengecekan bantuan 65 ton logistik yang akan diterbangkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026 (Antara)