Ntvnews.id, Jakarta -Membangun kedisiplinan anak tidak cukup dilakukan dengan membuat aturan. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, para guru dan tenaga kependidikan berupaya memastikan kebiasaan yang dibangun selama siswa berada di sekolah dan asrama tetap berjalan ketika mereka kembali ke rumah.
Sebagai salah satu guru di SRT 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Ima Masfatus Sholihah mengatakan pendampingan terhadap siswa dilakukan secara menyeluruh. Guru, wali asuh di asrama, serta tenaga kependidikan memiliki peran dalam membantu siswa membangun kebiasaan yang lebih baik, termasuk ketika mereka berada di luar lingkungan sekolah.
Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kunjungan guru ke rumah siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembiasaan yang sudah diterapkan selama siswa tinggal di asrama.
"Ketika di Sekolah Rakyat ini, kami pasrahkan ke Bapak Ibu sekalian untuk mendidik," ujar salah satu orang tua siswa yang diceritakan Ima saat melakukan kunjungan ke rumah murid.
Baca juga: Tujuh SMA Swasta di Banten Mundur dari Program Sekolah Gratis, Nasib Siswa Bagaimana?
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi guru untuk melihat bagaimana perubahan yang terjadi pada siswa setelah mereka menjalani proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Dari pertemuan dengan orang tua, guru dapat mengetahui apakah kebiasaan yang dibangun selama di sekolah dan asrama mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ima terjadi ketika orang tua seorang siswa menyampaikan perubahan kebiasaan ibadah anaknya. Sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, anak tersebut masih sering harus diingatkan untuk melaksanakan salat. Namun, setelah menjalani pembiasaan di asrama, kebiasaan tersebut mulai terbawa ketika ia pulang ke rumah.
"Setelah pulang dari Sekolah Rakyat, pada saat liburan, alhamdulillah salatnya itu rutin lima waktu," kata Ima.
Pembiasaan Tidak Berhenti Saat Libur
Sekolah Rakyat juga memiliki buku kontrol siswa yang digunakan selama mereka berada di rumah. Masa libur tidak sepenuhnya dipandang sebagai jeda dari proses pendidikan, melainkan tetap menjadi bagian dari pembelajaran mandiri yang dipantau melalui kunjungan guru dan kontrol kebiasaan siswa.
Menurut Ima, pendekatan tersebut penting agar pembiasaan yang telah dibangun selama berada di asrama tidak hilang ketika siswa kembali ke lingkungan keluarga.
"Kita tidak mau menghilangkan budaya di asrama yang sudah kita bentuk selama satu semester atau satu tahun. Ketika di rumah, supaya tetap bisa diterapkan," jelasnya.
Rumah merupakan ruang lanjutan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai yang mereka pelajari selama tinggal di asrama. Ketika kembali ke sekolah, kebiasaan tersebut diharapkan tidak perlu dibangun dari awal karena telah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Bagi Ima, pola pendampingan semacam ini juga menunjukkan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat melibatkan hubungan yang erat antara sekolah dan keluarga. Orang tua tidak hanya mengantar anak untuk mendapatkan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaga kebiasaan dan karakter yang telah dibangun bersama.
"Selain mengembangkan ilmu dan bakatnya, kita juga menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, kedisiplinan, dan kerapian," ujarnya.
Baca juga: Sempat Jual Kacang Demi Ekonomi Keluarga, Citra Kini Bersinar di Sekolah Rakyat
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Sekolah Rakyat dalam memberikan pendampingan yang utuh kepada siswa. Pendidikan tidak berhenti ketika jam pelajaran selesai atau ketika siswa meninggalkan lingkungan asrama, tetapi terus dilanjutkan melalui kebiasaan yang mereka bawa ke rumah.
Kisah Ima Masfatus Sholihah sebagai salah satu guru dalam Program Sekolah Rakyat dapat disaksikan selengkapnya hanya dalam program Podcast Sinergi Indonesia di YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Tangkapan layar: Momen kunjungan guru SRT 1 Kabupaten Kediri ke rumah siswa guna memastikan pembiasaan karakter dan buku kontrol harian tetap berjalan di lingkungan keluarga. (Youtube: Badan Komunikasi Pemerintah RI)