Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera yang mencapai total 733 titik, berdasarkan pembaruan data pada pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026.
Di Provinsi Riau, 69 titik panas tersebar di delapan wilayah kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah paling krusial dengan temuan 56 titik. Selebihnya terdeteksi di Indragiri Hilir (4 titik), Kampar (3 titik), Kepulauan Meranti (2 titik), serta Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu masing-masing 1 titik.
Aktivitas titik panas yang meningkat ini sejalan dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Manggala Agni, kebakaran lahan di Riau dalam beberapa hari terakhir telah menghanguskan area seluas lebih dari 700 hektar. Luas karhutla terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hulu seluas 434 hektar dan Kabupaten Pelalawan seluas 300 hektar. Tim Manggala Agni juga terus berupaya menangani pemadaman di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, membenarkan adanya peningkatan frekuensi karhutla yang signifikan di dua wilayah utama.
"Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," ujar Ferdian.
Ilustrasi -Tim Manggala Agni melakukan operasi pemadaman kebakaran lahan di Provinsi Riau (Antara)