Ntvnews.id, Prancis - Pemimpin Partai Renaissance sekaligus kandidat presiden Prancis, Gabriel Attal, menjadi sasaran dua operasi disinformasi baru yang diduga kuat merupakan bentuk intervensi Rusia. Informasi ini dilaporkan oleh media penyiaran Prancis, BFMTV, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Dengan ditemukannya dua serangan siber terbaru tersebut, total dugaan operasi intervensi asing yang mengincar mantan Perdana Menteri Prancis itu membengkak menjadi empat kali dalam kurun dua pekan terakhir.
Berdasarkan sumber internal yang disampaikan kepada BFMTV, salah satu operasi diluncurkan pada Rabu lalu melalui media sosial dengan menyebarkan 10 laporan dan rekayasa halaman depan surat kabar buatan. Konten palsu itu memuat narasi hoaks terkait kondisi kesehatan Attal serta memunculkan tuduhan korupsi yang tidak mendasar.
Sementara itu, operasi lainnya yang terdeteksi pada 12 Agustus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Operasi tersebut memublikasikan video buatan yang menampilkan karikatur pemproyeksian gambar Attal di dinding bangunan bersejarah Pantheon di Paris, lengkap dengan pesan bernada hinaan.
Upaya disinformasi serupa diketahui tidak hanya menyasar Attal. Pemimpin Partai Horizons sekaligus mantan Perdana Menteri Edouard Philippe serta anggota Parlemen Eropa Raphael Glucksmann yang keduanya diprediksi bakal maju dalam bursa pemilihan presiden Prancis turut menjadi target serangan manipulasi digital tersebut.
Menanggapi rentetan propaganda asing ini, pengacara Attal mengonfirmasi bahwa kliennya resmi mengajukan pengaduan hukum terkait dugaan "intervensi asing" pada 7 Agustus, yang kemudian disusul oleh tindakan serupa dari Glucksmann pada 12 Agustus.
Arsip foto - Pemimpin Partai Renaissance sekaligus kandidat presiden Prancis dan mantan perdana menteri Prancis, Gabriel Attal. (Antara)