Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia, menutup hampir 600 sekolah di 10 distrik akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia.
Departemen Pendidikan Sarawak melalui pernyataan di Facebook menyebut sebanyak 591 sekolah mulai ditutup pada Kamis (20/8). Kebijakan tersebut berlaku bagi sekolah dasar dan menengah yang berada di Kota Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.
"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat," kata Departemen Pendidikan Sarawak, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Penutupan tersebut berdampak terhadap sedikitnya 197.323 siswa. Dari jumlah itu, sebanyak 107.590 siswa berasal dari 509 sekolah dasar, sedangkan 89.733 siswa lainnya merupakan pelajar dari 82 sekolah menengah.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut diterapkan agar proses pendidikan siswa tetap berjalan tanpa terganggu kondisi udara yang tidak sehat.
Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan informasi terbaru mengenai durasi penutupan maupun waktu pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui saluran resmi serta kantor pendidikan di setiap distrik.
Penutupan kali ini menjadi yang kedua sepanjang Agustus. Sebelumnya, sejumlah sekolah di Sarawak juga sempat ditutup akibat kondisi kabut asap.
Baca Juga: Pertamina Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa Flores
Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia setelah kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa kawasan Indonesia.
Di Indonesia, pemerintah telah mengerahkan berbagai unsur untuk mengendalikan karhutla. Personel pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana, TNI, hingga Polri bekerja sama melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi terdampak.
Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan tujuan memicu turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui berbagai langkah, termasuk patroli gabungan, peningkatan pengawasan, pemantauan tinggi muka air tanah di lahan gambut, pembasahan kawasan rawan kebakaran, serta pengawasan terhadap sekat kanal.
Arsip - Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. (Antara)