Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Pandeglang Banten, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Agu 2026, 10:21
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi gempa bumi Ilustrasi gempa bumi (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Wilayah Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,8 pada Sabtu, 22 Agustus, dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Berdasarkan data resmi BMKG, titik koordinat gempa terletak pada 7,73 derajat Lintang Selatan dan 104,33 derajat Bujur Timur. Episenter gempa berada di laut, berjarak sekitar 182 kilometer arah barat daya Sumur, Pandeglang, dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) mencapai 10 kilometer.

Kepala BMKG dalam keterangannya menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.

"Gempa ini dipicu oleh adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," tulis BMKG, 22 Agustus 2026.

Meskipun pusat gempa berada di laut, hasil pemodelan menunjukkan bahwa energi gempa tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada.

Dampak guncangan gempa ini dilaporkan terasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas guncangan tertinggi dirasakan di wilayah Cimanggu, Sumur, dan Cibitung dengan skala III-IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan dirasakan oleh orang banyak.

HIGHLIGHT

x|close