Menteri PU Sebut Gempa M 5,6 "Sudah Jadi Makanan Sehari-hari" Warga di NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Agu 2026, 19:17
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Antara)

NTVNews.id, Jakarta - Gempa susulan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Guncangan dengan magnitudo 5,6 hingga 5,8 disebut masih terjadi hampir setiap hari di kawasan terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap kondisi tersebut saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dody bahkan merasakan langsung guncangan gempa ketika berada di Ende dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

"Dan memang tiap hari di seluruh daerah terdampak itu masih gempa, Pak. Jadi saya waktu upacara di Ende itu saya kena gempa 5,8, Pak. Saya sedang berdiri di podium. Jadi memang 5,8 hingga 5,6 itu sudah makanan sehari-hari," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kondisi di sejumlah wilayah NTT masih belum sepenuhnya pulih. 

Longsor Tutup Sejumlah Jalan

Dody Hanggodo di rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. <b>(YouTube Parlemen)</b> Dody Hanggodo di rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. (YouTube Parlemen)

Dody menjelaskan, gempa juga memicu longsor di sejumlah titik. Material berupa batu dan tanah longsor menutup akses jalan, termasuk ruas yang menghubungkan wilayah-wilayah penting di NTT.

Kementerian PU langsung berkoordinasi dengan kepala balai di NTT untuk mengerahkan alat berat ke lokasi terdampak. Penanganan diprioritaskan pada ruas jalan yang mengalami longsor agar akses masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Salah satu perhatian pemerintah adalah jembatan nasional yang masih dapat difungsikan, tetapi membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kementerian PU tengah menyiapkan jembatan Bailey dari sejumlah daerah, seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, Sulawesi Selatan, hingga Surabaya.

"Ada jalan satu Jembatan Nasional yang sampai hari ini masih fungsional karena dari hasil pemeriksaan memang awal kita harus pasang penjabatan Beli, Pak. Ini penjabatan Beli lagi kita ambil dari NTB, dari Bali, dari Sulsel, dan dari Surabaya. Mudah-mudahan awal-awal September semua jembatan Beli ini panjangnya cuma sekitar 65 meter, Pak," ungkapnya.

Distribusi BBM Jadi Prioritas Pemerintah

Prajurit TNI bantu cari korban gempa NTT. Prajurit TNI bantu cari korban gempa NTT.

Penanganan akses transportasi menjadi semakin penting karena sejumlah wilayah terdampak mengalami kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Dody Hanggodo mengatakan pemerintah memprioritaskan jalur yang menghubungkan pelabuhan dengan depo Pertamina. Langkah ini dilakukan agar distribusi BBM tidak terganggu dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat terpenuhi.

Menurutnya, kondisi akses jalan dan jembatan utama sudah mulai kembali fungsional setelah dilakukan penanganan. Namun, persoalan masih terjadi pada jalan-jalan kabupaten dan provinsi yang mengalami kerusakan akibat gempa maupun longsor.

"Karena kemarin waktu kita rakur pertama di hari Minggu itu, yang diperintah Pak Menko PMK itu, Bupati dan Kukil sudah mengeluh karena BBM sulit, Pak. Jadi itu kita utamakan. Tapi hari Minggu itu semua sudah sebuah jalan dan jembatan sudah fungsional, Pak," ungkapnya.

Salah satu wilayah yang turut menjadi perhatian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Pulau tersebut sempat terisolasi selama beberapa hari setelah akses jalannya tertutup akibat longsor.

Tim pemerintah kemudian mengirimkan sejumlah alat berat untuk membuka kembali jalur yang terputus. Beberapa ruas jalan di Palue mulai dapat dilalui setelah proses pembersihan dilakukan. Meski demikian, pemerintah masih memantau dampak gempa susulan terbaru terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Kebutuhan Air Bersih Mendesak

Helikopter Bell-412 EP/HU-4206 milik TNI AL mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT dari Labuan Bajo <b>(Antara)</b> Helikopter Bell-412 EP/HU-4206 milik TNI AL mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT dari Labuan Bajo (Antara)

Selain akses jalan, kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama yang dihadapi warga di wilayah terdampak gempa NTT.

Dody menyebut Kementerian PU telah mengerahkan hidran dan mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi air bersih dilakukan secara berkala karena sumber air di sejumlah wilayah Flores relatif sulit ditemukan.

"Makanya kemudian kita banyak kirimkan hidran-hidran kita, dan mobil tengki air mesti keliling. Karena cari airnya juga agak-agak nggak mudah, Pak. Karena TNT kan flores termasuk air yang kering, Pak. Jarang ada cekungan, gitu," katanya.

Kementerian PU juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas kesehatan yang terdampak gempa. Bersama Kementerian Kesehatan, pemerintah melakukan assessment terhadap kondisi bangunan rumah sakit. Untuk rumah sakit besar di kawasan Komodo, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bangunan masih dalam kondisi baik.

Namun, beberapa fasilitas kesehatan lainnya membutuhkan renovasi dengan tingkat kerusakan yang berbeda, mulai dari ringan, sedang hingga berat. Proses assessment masih berlangsung untuk memastikan fasilitas kesehatan yang terdampak dapat kembali digunakan secara aman.

"Maksudnya untuk rumah sakit besar seperti di Komodo, hasil assessment kita masih bagus. Tapi beberapa rumah sakit memang harus di renov Antara ringan sedang berat, Pak. Ini proses assessment sedang berlangsung, Pak. Begitu, Pak," ucap Dody Hanggodo.

Dody menegaskan bahwa penanganan dampak gempa di NTT terus dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan dan jembatan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, akses BBM, layanan kesehatan, serta distribusi bantuan tetap berjalan.

HIGHLIGHT

x|close