3 Batalyon dari Jawa Dikirim ke Kalimantan untuk Perkuat Penanganan Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah akan menambah kekuatan personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengirimkan tiga batalyon prajurit dari Jawa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan sekitar 1.200 prajurit akan dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman di tengah keterbatasan personel yang tersedia di lapangan. Pasukan tersebut ditargetkan tiba di lokasi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 atau paling lambat Minggu, 23 Agustus 2026.

“Sehingga tadi di dalam rapat koordinasi masih dibutuhkan tambahan, dan rencananya akan ada pengiriman kurang lebih tiga batalyon kembali ya dari apa namanya perbantuan dari Jawa, jumlah kurang lebih mencapai 1.200 prajurit insyaallah sore ini atau paling lambat besok sudah berada di lokasi,” kata Prasetyo di Palangka Raya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Prasetyo, personel dari batalyon yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan telah dikerahkan dalam upaya pemadaman karhutla. Namun, jumlah kekuatan yang tersedia masih belum mencukupi sehingga pemerintah memutuskan mengirimkan tambahan pasukan dari Jawa.

Penambahan personel tersebut merupakan salah satu keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah mendapatkan laporan mengenai kondisi karhutla dan berdiskusi dengan jajaran terkait mengenai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Prabowo Gerak Cepat Bertolak ke Kalimantan Pimpin Penanganan Karhutla

Tak hanya personel, pemerintah juga akan memperkuat dukungan peralatan untuk mempercepat operasi pemadaman. Sejumlah perlengkapan yang disiapkan meliputi helikopter untuk operasi water bombing, pompa air, pompa sumur bor, mobil tangki, serta mobil pemadam kebakaran.

“Beberapa hal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk water bombing, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga kebutuhan pompa untuk sumur bor, kemudian juga penambahan personel,” kata Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan Prabowo juga meminta pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait memberikan penanganan maksimal kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

Selain itu, Presiden mengapresiasi kerja keras berbagai unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman. Mereka mencakup TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), relawan, serta unsur lainnya yang terus bekerja siang dan malam.

Prasetyo juga menyampaikan bahwa Prabowo menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan hingga tingkat paling bawah. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kegiatan yang dapat memicu munculnya titik api, terutama ketika kondisi cuaca sedang sangat kering.

“Tidak bosan edukasi kepada masyarakat kita sampai ke level yang paling bawah, untuk sekali lagi menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan potensi munculnya api yang dalam kondisi seperti sekarang akan sangat berbahaya karena bisa membesar dan merugikan kita semua,” kata Prasetyo.

HIGHLIGHT

x|close