Ntvnews.id, New Delhi - Persoalan pembayaran cicilan iPhone di India berakhir tragis. Satu keluarga meninggal dunia dalam insiden yang bermula ketika seorang pemuda berusia 18 tahun mengancam akan mengakhiri hidupnya karena tidak mampu melunasi cicilan ponsel tersebut.
Dilansir dari NDTV, Minggu, 23 Agustus 2026, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pemuda tersebut mendatangi kawasan perbukitan dan berdiri di tepi tebing Khavda, distrik Chhatrapati Sambhajinagar.
Di hadapan kedua orang tuanya, ia berulang kali mengancam akan melompat dari tebing.
"Saya akan melompat," ancamnya berulang kali kepada orang tuanya.
Pemuda tersebut diduga nekat mengakhiri hidup karena kesulitan membayar cicilan iPhone yang telah dibelinya.
Orang-orang di lokasi berusaha membujuknya agar mengurungkan niat tersebut. Salah seorang pria bahkan memintanya mempertimbangkan kondisi sang ibu.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Pemadaman hingga Penegakan Hukum
"Hiduplah untuk ibumu," kata seorang pria kepada pemuda itu saat mengancam akan melompat.
Namun, pemuda tersebut tetap menolak dan mengaku sudah tidak memiliki pilihan lain.
"Tidak, aku harus mati. Itu satu-satunya jalan," kata pemuda itu.
Selama hampir tiga jam, warga desa bersama ibunya terus berupaya membujuk pemuda tersebut. Mereka memintanya memikirkan masa depan serta kondisi kedua orang tuanya, tetapi bujukan itu tidak berhasil.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga ikut melakukan pendekatan dan meminta pemuda tersebut menjauh dari tepi tebing.
Situasi berubah tragis ketika pemuda tersebut akhirnya jatuh dari tebing dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Sang ayah yang sebelumnya membujuk anaknya dari bawah kemudian memanjat ke atas bukit. Dalam 15 hingga 20 menit terakhir sebelum kejadian, ayahnya berusaha semakin dekat untuk menghentikan sang anak.
Ketika pemuda tersebut terus bergerak menuju bibir tebing, ayahnya mencoba menariknya menjauh. Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sang ayah berusaha meraih anaknya, tetapi keduanya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya jatuh dari bukit.
Tak lama kemudian, ibu pemuda tersebut yang panik turut terjatuh dari tebing.
Saksi mata Sanjay Jadhav mengatakan keluarga dan sejumlah orang lain telah berulang kali berusaha membujuk pemuda tersebut agar mengurungkan niatnya.
"Orang tua dan pihak lain berusaha keras agar dia mengerti, tetapi dia tidak mau mendengarkan dan terus berdiri di tepi bukit. Petugas polisi juga ada di sana," ujar Jadhav.
Ia mengatakan sang ibu juga terus memohon kepada anaknya agar tidak melakukan tindakan tersebut.
"Sang ibu terus memohon kepadanya agar tidak melompat," kata Jadhav.
Ilustrasi mayat. (Antara)