Ntvnews.id, Banjarbaru - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta penambahan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, terutama menjelang puncak musim kemarau pada September.
Raja mengatakan keberadaan sumur bor menjadi penting karena ketersediaan sumber air di lokasi karhutla semakin terbatas akibat kondisi kekeringan.
"Sumur bor ini menjadi sumber air utama saat sulitnya mendapatkan air untuk pemadaman," kata Raja di Banjarbaru, Minggu.
Ia menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menjadi sektor utama dalam memetakan lokasi yang berpotensi dijadikan titik pembangunan sumur bor.
Saat ini, sejumlah sumur bor telah digunakan untuk mendukung pemadaman, salah satunya di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang merupakan kawasan rawan kebakaran.
Baca Juga: Menhut Pastikan Pembasahan Gambut untuk Atasi Karhutla di Kalsel Terus Berjalan
Namun, Raja mengatakan kondisi musim kering membuat ketersediaan air pada sumur yang sudah ada turut menurun.
"Lantaran kondisi kekeringan luar biasa akhirnya sumur bor yang sudah ada ternyata juga kurang dalam," ujarnya.
Raja juga meminta semua pihak mewaspadai fenomena El Nino yang dapat memperburuk kondisi kekeringan selama musim kemarau.
Penurunan curah hujan secara signifikan disertai suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan dan terjadinya karhutla.
Selain memperkuat sarana pemadaman, Raja kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Saya minta aparat menindak tegas pelaku pembakar lahan, tangkap dan proses hukum sehingga menimbulkan efek jera," tegasnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengecek penanggulangan karhutla di Banjarbaru yang telah mendekati pemukiman warga (Antara)