Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) akan mendirikan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat layanan bagi perempuan dan anak setelah gempa.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan pada Senin, 24 Agustus 2026, pihaknya akan menuju NTT menggunakan pesawat Hercules sambil membawa bantuan dari para mitra pembangunan untuk warga terdampak gempa. Kedatangan tersebut sekaligus untuk mempersiapkan pembentukan Pos SAPA.
"Sebagai pusat untuk pelayanan Pak. Jadi kalau ada anak yang terpisah dengan orang tuanya, atau butuh informasi-informasi yang terkait dengan layanan untuk perempuan dan anak kami akan menyiapkan di Pos SAPA," kata Arifah saat menyerahkan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, masih terdapat kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak di tujuh kabupaten dan kota terdampak yang belum sepenuhnya terpenuhi. Pemerintah pun bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Arifah mengatakan gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Pada malam harinya, Presiden telah memerintahkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk langsung menuju NTT dengan membawa bantuan.
Baca juga: Kemen PPPA Dorong Sekolah Aman lewat Gerakan #RukunSamaTeman
"Karena pada saat gempa itu terjadi tanggal 15 Agustus pagi hari, malam harinya Bapak Presiden sudah memerintahkan beberapa kementerian lembaga untuk langsung menuju NTT malam itu juga dengan membawa bantuan. Kemudian memang belum bisa sepenuhnya dipenuhi, karena pemerintah gak bisa jalan sendiri," katanya.
Karena itu, KemenPPPA terus berkoordinasi dengan sejumlah mitra pembangunan, seperti Muslimat NU, Danone, dan Unilever, untuk memperkuat penanganan pascabencana, khususnya bagi perempuan dan anak.
"Teman-teman dari mitra pembangunan ini mempunyai komitmen yang sangat luar biasa. Jadi mereka punya empati, solidaritas, dan siap untuk memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah gempa bumi di NTT," ujar Arifah.
Menurut dia, solidaritas tersebut tidak terbatas pada kementerian, lembaga, badan, maupun perusahaan tertentu. Seluruh pihak merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang siap membantu warga terdampak bencana.
Arifah menyebut sekitar 30 ton bantuan telah terkumpul, meskipun baru sebagian yang dapat dikirimkan ke NTT.
Baca Juga: Menteri PPPA Sebut Kader PATBM Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan Anak
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang telah memfasilitasi pengiriman bantuan tersebut. Arifah berharap proses penyaluran bantuan berjalan lancar sehingga masyarakat terdampak gempa dapat segera memulihkan kehidupannya seperti sediakala.
(Sumber: Antara)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi saat meninjau bantuan dari para mitra pembangunan di Bandara Halim Perdanakusuma (Antara)