3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Kemenkes Imbau Pakai Masker

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 20:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pembagian masker di jalanan Pembagian masker di jalanan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sekitar 3 juta orang telah terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat pun diimbau menggunakan masker serta rutin memantau kualitas udara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Budi mengatakan hal tersebut di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026. Menurut dia, langkah pencegahan diperlukan untuk mengurangi paparan partikel halus PM2,5 yang terkandung dalam asap karhutla dan dapat masuk ke saluran pernapasan.

Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Berdasarkan data Kemenkes per Jumat, 21 Agustus 2026, karhutla telah meluas ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Dari wilayah tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi.

Baca Juga: Menhut Dorong Penambahan Sumur Bor untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Ia menjelaskan PM2,5 merupakan partikel udara berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang dihasilkan dari pembakaran hutan dan lahan. Partikel tersebut dapat terhirup hingga bagian dalam paru-paru dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Keluhan akibat paparan asap dapat berupa iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, hingga gangguan pernapasan. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit paru kronis.

Karena itu, Budi menyebut penggunaan masker sebagai salah satu langkah perlindungan yang mudah dilakukan masyarakat ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap.

Pemerintah juga mengajak masyarakat memeriksa indeks kualitas udara secara berkala melalui aplikasi resmi. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: 1.000 Polhut Disiapkan Perkuat Penanganan Karhutla di 3 Provinsi Kalimantan

Kemenkes turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau iritasi mata berat disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close