Adik Kim Jong Un Ejek Korea Selatan Usai Trump Minta Latihan Militer Dikurangi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam, 2 Maret 2019. ANTARA/Reuters/Jorge Silva/as. Arsip foto - Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam, 2 Maret 2019. ANTARA/Reuters/Jorge Silva/as. (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengejek Korea Selatan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar latihan militer antara kedua negara sekutu tersebut dikurangi.

Kim Yo Jong menilai penghentian atau pengurangan latihan gabungan secara mendadak tanpa adanya pembahasan terlebih dahulu menunjukkan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Seoul ditempatkan dalam posisi yang menyedihkan di mana mereka harus meninggalkan 'latihan perang' favorit mereka karena satu pernyataan dari Trump, yang tiba-tiba memerintahkan pengurangan latihan," kata Yo Jong dalam pernyataan resmi, dikutip dari Korea JoongAng Daily, Senin, 24 Agustus 2026.

Dia kemudian menyindir ketergantungan militer Korea Selatan terhadap Amerika Serikat dengan mengatakan, "Ini adalah nasib militer boneka yang sudah mempercayakan wewenang komando kepada tuannya, sehingga mereka tak bisa mengucapkan protes satu kata pun."

Kim Yo Jong juga mengkritik Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan menudingnya memiliki sikap bermuka dua.

Sebelumnya, Lee menyatakan menghormati keputusan Trump. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pertahanan nasional secara mandiri serta melihat keputusan tersebut sebagai peluang untuk memasuki babak baru dalam hubungan antara kedua Korea.

Namun, pernyataan tersebut justru menjadi sasaran kritik Kim Yo Jong.

Baca Juga: Rapat di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan dan Pemulihan Pascagempa NTT

"Penguasa Seoul mencoba mengalihkan perhatian dengan menyebut sebagai kesempatan untuk beralih ke fase baru atau titik awal baru yang bisa membawa perubahan dalam hubungan, siapapun bisa melihat ini adalah alasan yang lemah," ucap dia.

Lebih lanjut, Kim Yo Jong menyatakan masyarakat internasional kini dapat melihat bahwa dukungan keamanan yang diberikan Amerika Serikat kepada sekutunya bukan sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump meminta militer Amerika Serikat mengurangi latihan bersama dengan Korea Selatan. Presiden AS bahkan menilai latihan tersebut tidak semestinya dilakukan dan berpotensi meningkatkan permusuhan, pandangan yang selama ini juga kerap disampaikan pemerintah Korea Utara.

Trump mengakui keputusan untuk mengurangi latihan militer tersebut turut dipengaruhi oleh hubungannya yang baik dengan Kim Jong Un.

HIGHLIGHT

x|close