51 Teror Terjadi di Thailand Selatan, 3 Orang Jadi Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 08:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi ledakan. Ilustrasi ledakan. (ANTARA)

Ntvnews.id, Bangkok - Puluhan aksi pembakaran yang diduga dilakukan secara terkoordinasi terjadi di wilayah selatan Thailand yang selama ini dilanda konflik pemberontakan. Rangkaian serangan tersebut mengakibatkan tiga warga terluka dan sejumlah fasilitas mengalami kebakaran.

Dilansir dari AFP, Senin, 24 Agustus 2026, serangan berlangsung pada Sabtu malam dengan sasaran antara lain gedung kantor pemerintahan daerah, gerai swalayan 7-Eleven, serta sebuah kendaraan yang sebelumnya dicuri. Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) militer Thailand dan media lokal mencatat sedikitnya 51 insiden terjadi dalam satu malam.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani ban yang dibakar dan diletakkan di tengah jalan, sekaligus memadamkan api yang membakar sebuah gerai swalayan. Di sejumlah lokasi, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap para pengendara sebagai bagian dari langkah pengamanan.

"Sejumlah insiden terkoordinasi yang bertujuan menciptakan kerusuhan terjadi di berbagai lokasi di seluruh provinsi perbatasan selatan mulai sekitar pukul 20.00 hingga tengah malam pada hari Sabtu," kata ISOC dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar aksi tersebut dilaporkan terjadi di Provinsi Narathiwat. Sedikitnya tiga warga sipil terluka dalam rangkaian serangan itu dan pemerintah setempat memberlakukan jam malam. Beberapa insiden lainnya terjadi di wilayah Yala dan Pattani.

Konflik berskala rendah telah berlangsung di sejumlah provinsi paling selatan Thailand sejak 2004. Wilayah tersebut mayoritas dihuni masyarakat Muslim, sementara Thailand secara keseluruhan didominasi penduduk beragama Buddha. Konflik antara kelompok pemberontak dan pemerintah telah menyebabkan lebih dari 7.000 orang meninggal dunia, dengan tuntutan utama berupa otonomi yang lebih luas.

Sampai saat ini belum ada kelompok yang menyatakan diri sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut. Hingga Minggu pagi, aparat juga belum menerima laporan mengenai adanya serangan tambahan.

Baca Juga: Rapat di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan dan Pemulihan Pascagempa NTT

Tiga korban luka diketahui terdiri dari dua perempuan berusia 45 dan 46 tahun serta seorang pria berusia 21 tahun. Berdasarkan keterangan pejabat Provinsi Narathiwat, mereka mengalami luka setelah sebuah bom meledak di pinggir jalan. Ketiganya telah mendapat perawatan di rumah sakit dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

Operator kereta api nasional Thailand juga menghentikan sementara perjalanan pada sejumlah rute di Narathiwat setelah petugas menemukan kerusakan pada jalur rel akibat "insiden pengeboman yang mengganggu keamanan tadi malam", menurut ISOC.

Gubernur Narathiwat Boonchuay Homyamyen mengatakan aparat masih melakukan pemeriksaan di berbagai lokasi yang menjadi sasaran serangan. Selain kantor pemerintahan daerah, fasilitas seperti menara telekomunikasi dan tiang listrik juga dilaporkan menjadi sasaran. Namun, dia mengaku belum memperoleh informasi lengkap mengenai kondisi para korban.

Komando militer Narathiwat sebelumnya telah menetapkan aturan jam malam yang mulai berlaku pada Sabtu malam dan berakhir pada pukul 06.00 waktu setempat pada Minggu.

Dalam salah satu serangan, sebuah kendaraan dilaporkan dicuri dari kantor organisasi administrasi tingkat kecamatan di Narathiwat. Gedung tersebut kemudian terbakar, sementara truk pikap yang hangus ditemukan dalam kondisi ditinggalkan di sebuah jalan raya.

Kelompok pemberontak yang beroperasi di kawasan selatan Thailand diketahui kerap melakukan serangan terhadap aparat keamanan dan fasilitas pemerintah. Aksi serupa juga beberapa kali terjadi menjelang kedatangan pejabat pemerintah ke wilayah tersebut.

Pada bulan sebelumnya, lima anggota militer tewas dalam serangan penembakan dan ledakan bom yang menyasar sebuah pos pemeriksaan di Narathiwat.

Di tengah situasi keamanan tersebut, Wakil Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bersama sejumlah anggota kabinet dijadwalkan melakukan kunjungan selama dua hari ke Hat Yai, Provinsi Songkhla, pada pekan berikutnya. Berdasarkan keterangan kantornya pada Sabtu, kunjungan tersebut akan membahas sejumlah agenda, termasuk investasi, penanganan banjir, dan persoalan keamanan.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close