Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Ditampar Guru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 08:22
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat. Ilustrasi mayat. (Antara)

Ntvnews.id, New Delhi - Seorang anak berusia enam tahun bernama Pranay Tej dilaporkan pingsan hingga meninggal dunia setelah ditampar seorang guru di dalam ruang kelas. Menteri Pendidikan dan Teknologi Informasi Andhra Pradesh, India, Nara Lokesh, menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.

"Kami sedang mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta pihak manajemen sekolah," tulis Nara Lokesh, Menteri Pendidikan dan TI Andhra Pradesh melalui akun Facebooknya, dilansir dari Aljazeera, Senin, 24 Agustus 2026.

Peristiwa itu terekam kamera pengawas di sebuah sekolah di Visakhapatnam, wilayah bagian tenggara India. Kasus tersebut kemudian memicu sorotan publik mengenai praktik hukuman fisik terhadap siswa di sekolah-sekolah India.

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang guru perempuan memegang pakaian seorang anak sebelum menampar wajahnya. Tidak lama setelah menerima tamparan, bocah tersebut terlihat jatuh dan kehilangan kesadaran.

Lokesh mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Pranay Tej. Ia juga mengecam segala bentuk hukuman fisik terhadap anak dengan alasan mendisiplinkan siswa.

Baca Juga: Menhan Tegaskan Kadet Perempuan Unhan Muslim Dapat Mengenakan Hijab

"Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul dengan apa yang menimpa Pranay Tej kecil. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami orang tuanya. Hukuman fisik tidak memiliki tempat di sekolah-sekolah kita. Tidak boleh ada anak yang mengalami kekerasan atas nama disiplin," tulis Lokesh di platform X pada hari Jumat.

"Saya telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Hati saya tertuju pada keluarga Pranay di tengah duka yang begitu mendalam ini," imbuhnya.

Di sisi lain, kepolisian turut melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan kematian bocah tersebut. Media lokal menyebut korban bernama Pranay Tej.

Menurut laporan NDTV India, keluarga dan kerabat korban mendatangi rumah sakit setelah mendapat kabar mengenai kematian Pranay. Mereka mendesak aparat mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab.

Ayah Pranay mengatakan kondisi putranya masih terlihat sehat pada pagi sebelum berangkat ke sekolah.

"Pada pagi hari sekitar pukul 08.00, putra saya bangun dan bilang ingin pergi ke sekolah. Dia bersikeras untuk tetap masuk sekolah," ujarnya kepada NDTV.

Inspektur Polisi Pudi Vara Prasad mengatakan kepada Press Trust of India bahwa penyelidikan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

"Menindaklanjuti laporan tertulis dari ayah bocah tersebut, kami telah mencatat kasus ini berdasarkan Pasal 194 BNSS dan memulai penyelidikan," ujar Prasad.

Prasad menjelaskan bahwa jenazah Pranay telah diserahkan kepada keluarga setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan awal dan proses autopsi. Ia juga menegaskan, "begitu semua laporan terkait diterima, kami akan menentukan penyebab pasti kematiannya".

Sebuah penelitian yang dilakukan LSM India, Agrasar, pada 2018 menemukan sekitar 80 persen anak sekolah dari keluarga berpenghasilan rendah di India pernah mengalami hukuman fisik dari guru, meskipun praktik tersebut telah dilarang secara resmi.

Sementara itu, Palla Srinivasa Rao, Ketua Partai Telugu Desam (TDP) untuk Andhra Pradesh, mengatakan kepada Press Trust of India bahwa "pemerintah telah bereaksi dengan tepat" dalam menangani kasus tersebut.

"Menteri TI dan Pendidikan kami, Nara Lokesh Garu, telah membentuk sebuah komite, dan berdasarkan laporan komite tersebut, kami pasti akan mengambil tindakan," ujarnya.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close