Ntvnews.id, Gaza - Dua serangan udara yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza pada Minggu, 23 Agustus 2026 waktu setempat menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Serangan tersebut berlangsung ketika Israel memperingatkan akan memperluas operasi militernya di Gaza. Peringatan itu disampaikan setelah adanya peluncuran balon, drone, dan layang-layang dari wilayah Gaza menuju Israel.
Dilansir dari Reuters, Senin, 24 Agustus 2026, salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Zawayda. Serangan itu terjadi setelah militer Israel sebelumnya memperingatkan pemilik bangunan untuk meninggalkan lokasi tersebut.
Petugas medis melaporkan material bangunan yang runtuh serta pecahan logam terlempar hingga puluhan meter dari titik serangan dan melukai enam orang. Salah satu korban adalah anak berusia empat tahun, Mohammad Abdel Salam Taha, yang kemudian meninggal dunia.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa,. Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," kata seorang warga Palestina, Abu Ahmed.
Baca Juga: Zelensky Tolak Pemilu Ukraina, Alasannya Karena Perang
Serangan udara lainnya menyasar kamp pengungsi Nuseirat yang berada tidak jauh dari lokasi serangan pertama. Israel menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kedua insiden tersebut.
Sehari sebelumnya, Sabtu, 22 Agustus 2026 malam, militer Israel mengumumkan telah menyerang dan membunuh seorang anggota senior Hamas, Sharif Al-Hasnat, di Deir Al Balah. Israel menyebut Al-Hasnat berperan dalam upaya membangun kembali jaringan infrastruktur bawah tanah Hamas.
Di sisi lain, Hamas menuduh Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sekaligus menghambat upaya perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, lebih dari 1.280 warga Palestina dilaporkan tewas di Gaza. Kesepakatan tersebut juga belum sepenuhnya menghentikan serangan militer Israel, yang disebut bertujuan mencegah serangan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya dari wilayah Gaza.
Ilustrasi - Warga Palestina berlarian saat asap membubung di tengah puing-puing dan kehancuran di Kawasan Industri Jalan Al-Sinaa, sebelah barat Kota Gaza, (12/7/2026). (Antara)