Tumpukan Sampah TPA Runtuh, 30 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Ntvnews.id, Guinea - Tumpukan sampah di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Conakry, Guinea, ambruk dan menimpa sejumlah rumah warga di sekitarnya. Sedikitnya 30 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara enam lainnya mengalami luka berat.

Dilansir dari AFP, Senin, 24 Agustus 2026, bencana itu terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat di kawasan Dar-es-salam, Distrik Bbessia. Ketika kejadian berlangsung, hujan deras sedang mengguyur wilayah tersebut.

"Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih terkubur, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah," tulis pemerintah Guinea dalam keterangannya.

Perdana Menteri Guinea Amadou Oury Bah kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk meninjau langsung proses penanganan bencana. Sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di antara reruntuhan sampah yang disaksikan oleh warga sekitar.

"Langkah-langkah telah diambil untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka dan memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini," demikian bunyi pernyataan pemerintah.

Baca Juga: Zelensky Tolak Pemilu Ukraina, Alasannya Karena Perang

Sebelum pemerintah mengumumkan angka korban secara resmi, tokoh masyarakat setempat Lancine Sylla telah memperingatkan kemungkinan tingginya jumlah korban akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.

"Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah," ujar Sylla kepada AFP.

Mantan Perdana Menteri Guinea sekaligus salah satu tokoh oposisi utama, Cellou Dalein Diallo, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tragedi yang sangat memilukan.

"Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan tempat pembuangan sampah tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus," tulis Diallo melalui Facebook.

"Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, dengan transparansi penuh, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan," tambahnya dalam pernyataan yang dibuat sebelum jumlah korban meninggal diumumkan.

Dalam beberapa hari menjelang kejadian, pemerintah Guinea sebenarnya telah memerintahkan warga untuk mengosongkan permukiman yang berada di sekitar lokasi TPA. Kebijakan tersebut dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap potensi runtuhnya tumpukan sampah.

Guinea saat ini dipimpin Jenderal Mamadi Doumbouya. Ia mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 2021 dan kemudian terpilih sebagai presiden pada Desember 2025.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close