Putin dan Trump Bakal Bertemu di China November Nanti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang menggelar pertemuan di sela-sela KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Tiongkok pada November 2026. Pertemuan itu dapat terjadi apabila kedua pemimpin menghadiri forum tersebut.

Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, menilai pertemuan Putin dan Trump nyaris tidak terhindarkan jika keduanya hadir dalam agenda yang sama.

"Jika para pemimpin berada di acara yang sama, menurut saya mereka pasti akan bertemu dan berbicara," kata Ushakov dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia VGTRK, Minggu, 23 Agustus 2026.

Meski demikian, Ushakov menyatakan hingga kini belum terdapat tanda maupun petunjuk bahwa agenda pertemuan antara Putin dan Trump telah disusun secara resmi.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KTT APEC masih sekitar tiga bulan lagi. Sebelum forum tersebut digelar, masih terdapat berbagai agenda internasional yang kemungkinan akan memengaruhi jadwal kedua pemimpin.

"Kita harus menunggu sampai saat itu. Sebelum itu, masih banyak acara internasional besar lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Zelensky Tolak Pemilu Ukraina, Alasannya Karena Perang

Apabila benar-benar terlaksana, pertemuan Putin dan Trump akan menjadi momentum penting untuk membahas hubungan bilateral Rusia-AS. Keduanya juga berpotensi membicarakan sejumlah persoalan global, termasuk perkembangan perang Rusia-Ukraina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melontarkan kritik terhadap negara-negara NATO dan Uni Eropa terkait dukungan yang diberikan kepada Ukraina.

Dalam wawancara terpisah dengan VGTRK, Lavrov menyebut negara-negara NATO dan Uni Eropa tidak akan mampu secara terbuka melepaskan diri dari dukungan militer terhadap Ukraina maupun kebijakan yang menurutnya ditujukan untuk menentang Rusia.

Lavrov juga mengatakan Moskow akan memperhatikan langkah para elite politik yang ia sebut "terang-terangan Russophobic" di Inggris, Brussel, Paris, Berlin, serta negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa lainnya.

"Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan berusaha menjauhkan diri dari hal tersebut di depan publik. Itu tidak akan berhasil," kata Lavrov.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close