Ntvnews.id, Jakarta -Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melancarkan penelusuran rekam jejak sejarah Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo. Langkah ini ditempuh guna memperkuat validasi naskah akademik terkait pengusulan kakek Presiden RI Prabowo Subianto tersebut sebagai pahlawan nasional.
Upaya ini digarap berkolaborasi dengan forum kerukunan warga Banyumas yang terhimpun dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas). Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Nasional bertajuk "Perintis dan Kepeloporan RM Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Sistem Keuangan Modern untuk Pembangunan Perekonomian Indonesia".
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ibnu Qizam, menegaskan kesiapan jajaran akademisinya untuk mengawal penyusunan berkas akhir. Pihaknya merancang kerja riset secara terstruktur dengan membagi tim ke dalam dua fokus utama.
Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto yang juga pendiri Bank BNI (Dok. Istimewa)
"Kami membagi tugas ke dalam dua tim utama, yakni tim peneliti dan tim kajian akademis. Perjalanan sejarah RM Margono harus kita lihat secara utuh dan berkesinambungan," kata Ibnu Qizam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/8).
Ia menekankan bahwa proses pengusulan gelar pahlawan nasional menuntut keseimbangan antara kedalaman riset historis dan penyebarluasan informasi ilmiah kepada masyarakat.
Pria yang dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) tersebut memiliki rekam jejak besar dalam meletakkan dasar ekonomi kerakyatan, perbankan nasional, serta pengembangan koperasi di Indonesia. Oleh karena itu, Ibnu Qizam menargetkan hasil kajian yang dihadirkan mampu melampaui standar minimal.
Prabowo menyempatkan diri berziarah ke makam sang kakek, Margono Djojohadikusumo (Tangkapan Layar) Pada kesempatan berbeda, Peneliti UIN Jakarta Titik Nurhayati membeberkan bahwa penelusuran heuristik serta inventarisasi dokumen sejarah kini tengah berjalan intensif. Tim memfokuskan perburuan data primer dan sekunder ke sejumlah lembaga arsip utama di dalam negeri.
"Kami telah melakukan penelusuran jejak RM Margono di berbagai institusi arsip nasional, termasuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), KITLV Jakarta, hingga arsip historis BNI," ungkap Titik.
Riset ini dipastikan tidak hanya berhenti di tingkat domestik, melainkan bakal menembus arsip internasional. Tim peneliti juga menjadwalkan verifikasi data lapangan di sejumlah wilayah, mulai dari Madiun, Malang, Cilacap, hingga Banyumas.
Sementara itu, dukungan ketat juga datang dari pihak Serulingmas. Wakil Ketua Umum Serulingmas, Mayjen TNI (Purn.) Wuryanto, mengingatkan vitalnya akurasi dan objektivitas naskah akademik yang tengah disusun agar teruji secara ilmiah.
Ia menggarisbawahi agar proses penilaian di tingkat daerah maupun kabupaten dengan pendampingan pakar tidak dilakukan secara asal-asalan. "Naskah akademik penilaian di kabupaten dengan pendampingan tidak dilakukan penilaian yang seharusnya (asal-asalan).
Pertemuan antara Kerukunan warga Banyumas yang tergabung dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka koordinasi terkait penelusuran rekam jejak RM Margono Djojohadikoesoemo untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Minggu (23/8/2026). (Antara)