Iran Ancam Blokir Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Tekanan Ekonomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 11:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Iran menyatakan akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat terus melancarkan perang ekonomi terhadap Teheran. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei pada Ahad, 23 Agustus 2026.

"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," ujar pejabat tersebut di X.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran. Trump menyebut kebijakan itu sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan Amerika Serikat.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian membalas serangan tersebut terhadap pihak lawan.

Baca JugaIran Beri Peringatan Keras: Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS Adalah Musuh Teheran

Pada Maret 2026, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran bagian selatan.

Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan pada Juni 2026. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan itu tercapai.

Baca JugaTrump Siapkan Perang Ekonomi ke Iran, Negara Pendukung Diancam Sanksi

Konflik antara kedua negara hingga kini belum terselesaikan. Meski tidak lagi terlibat pertempuran secara langsung, Amerika Serikat masih mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close