Ntvnews.id, Jakarta -Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendeteksi aktivitas vulkanik signifikan pada Gunung Anak Krakatau di Lampung. Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak enam kali secara beruntun pada Senin (24/8) pagi hingga siang, dengan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 200 hingga 250 meter di atas puncak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melaporkan bahwa rangkaian letusan tersebut terekam secara berturut-turut mulai pukul 09.41 WIB hingga 11.22 WIB. "Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," kata Lana dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (24/8).
Berdasarkan rincian data Badan Geologi, letusan pertama membumbung pada pukul 09.41 WIB dengan tinggi kolom abu 250 meter serta amplitudo maksimum 52 milimeter berdurasi 1 menit 17 detik. Tak berselang lama, letusan kedua menyusul dua menit kemudian, yakni pukul 09.43 WIB, memuntahkan abu setinggi 250 meter dan amplitudo 49 milimeter berdurasi 25 detik.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan (Antara) Aktivitas vulkanik berlanjut pada erupsi ketiga yang terekam pukul 10.11 WIB dengan tinggi kolom abu 200 meter dan amplitudo 53 milimeter. Erupsi keempat menyusul pada pukul 10.24 WIB dengan semburan abu setinggi 250 meter, lalu disusul letusan kelima pukul 10.48 WIB dengan ketinggian kolom abu yang sama.
Rangkaian letusan tersebut ditutup oleh erupsi keenam pada pukul 11.22 WIB yang meluncurkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut dengan amplitudo maksimum 51 milimeter berdurasi 20 detik. "Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," ujar Lana menegaskan.
Guna mengantisipasi dampak bahaya, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level III (Siaga). Seiring status tersebut, masyarakat, pengunjung, wisatawan, hingga pendaki diimbau keras untuk tidak mendekati area gunung api maupun beraktivitas dalam radius aman tiga kilometer dari kawah aktif.
Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) (Antara)