Menteri LH Minta Pembakar Lahan Ditindak Tegas Tanpa Kompromi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 14:52
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (ketiga kanan) meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026) Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (ketiga kanan) meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan tidak ada toleransi sedikit pun bagi para pelaku pembakaran lahan. Tindakan irasional tersebut dinilai menjadi biang keladi utama maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merugikan masyarakat luas.

“Ini tidak bisa lagi kita toleransi dalam keadaan seperti sekarang,” ujar Jumhur tegas saat meninjau langsung penanganan karhutla di Jalan Kurnia, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.

Jumhur menyoroti maraknya karhutla yang disinyalir kuat dipicu oleh ulah oknum warga atau pihak yang ingin mengambil jalan pintas. Praktik membakar ladang dianggap sebagai metode paling murah dan mudah untuk menyiapkan lahan sebelum ditanami kembali.

“Praktik pembakaran lahan dengan alasan kemudahan dan biaya murah tidak dapat ditoleransi dalam kondisi karhutla saat ini. Oleh karena itu, pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan tetap berjalan,” tuturnya.

Langkah tegas tersebut mulai membuahkan hasil. Jumhur membeberkan bahwa jajaran kepolisian telah menetapkan sekitar 72 orang sebagai tersangka kasus karhutla yang tersebar di sembilan Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia.

Di samping penindakan hukum, pemerintah menjamin perlindungan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap. Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, hingga puskesmas diimbau bergotong royong guna menekan potensi penyakit akibat paparan asap secara signifikan.

“Penanganan karhutla dilakukan melalui kerja keras dan ikhtiar bersama seluruh pihak, termasuk doa masyarakat. Berbagai pihak juga berikhtiar dengan berdoa meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi karhutla,” kata Jumhur.

Sebagai bentuk ikhtiar spiritual mendampingi penanganan teknis di lapangan, Pemerintah Kota Banjarbaru bahkan telah menggelar salat berjamaah meminta hujan guna menyikapi musibah karhutla dan ancaman kekeringan yang melanda kawasan tersebut.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close