Iran Tegaskan Negara yang Dukung Sanksi Ekonomi AS Akan Dianggap Musuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 17:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am. Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Seorang pejabat keamanan senior Iran menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga dan kawasan agar tidak bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam kampanye tekanan ekonomi terhadap Teheran. Pihaknya menegaskan akan menganggap negara manapun yang terlibat sebagai musuh.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi milik negara, IRIB TV, Sabtu (22/8).
 
Rezaei menjelaskan bahwa Iran pada tahap awal akan memprioritaskan jalur dialog diplomatik dengan negara-negara terkait. Pihaknya mendesak agar mereka menolak berpartisipasi dalam skema perang ekonomi yang diusung oleh Washington.
 

Meski demikian, sikap kompromis tersebut memiliki batas tegas. "Namun, jika negara-negara tersebut memilih untuk tetap melanjutkannya, Iran akan menargetkan kepentingan mereka," ujar Rezaei melayangkan ancaman.

Ia menekankan, Teheran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor minyak melintasi Selat Hormuz dan Teluk Persia apabila negara-negara di kawasan terbukti mendukung kampanye tekanan ekonomi AS.

Rezaei juga menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan terus diberlakukan hingga AS menunaikan seluruh komitmennya yang tertuang dalam nota kesepahaman perdamaian yang sebelumnya telah ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.

Pernyataan bernada ancaman dari pejabat Iran ini tercetus sebagai respons atas gertakan Presiden AS Donald Trump. Pada Rabu (19/8), Trump mengumumkan bakal meluncurkan operasi sanksi ekonomi berskala masif terhadap pihak mana pun yang memberikan bantuan vital kepada Iran.

"Hal ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

(Sumber: Antara)
 

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close