Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, pada Senin, 24 Agustus 2026, melakukan deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA).
Deteksi itu memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya.
Observasi ini dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Pada daerah yang tertutup awan atau blank zone, hotspot di wilayah tersebut tidak dapat terdeteksi.
Berikut infografiknya:
Infografik: Pemetaan Panas: Laporan Distribusi Hotspot di Kalimantan (Gemini)
Infografik: Pemetaan Panas: Laporan Distribusi Hotspot di Kalimantan (Gemini)