BMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai ke Negara Tetangga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 19:36
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH Irjen Pol Rizal Irawan (kedua kiri) mendampingi Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat (kiri) memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH Irjen Pol Rizal Irawan (kedua kiri) mendampingi Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat (kiri) memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi terbawa angin hingga ke negara tetangga.

Ardhasena menjelaskan pergerakan asap tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang berlangsung secara musiman. Kondisi itu memungkinkan asap dari wilayah Indonesia bergerak menuju kawasan negara lain.

"Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa pergerakan asap mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi setiap tahun.

"Angin musiman yang rutin terjadi," lanjut dia.

Menurut Ardhasena, upaya penanganan serta antisipasi terhadap dampak asap karhutla saat ini berada dalam koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: BMKG Deteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Catat Jumlah Tertinggi

Sementara itu, BNPB mengimbau negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, untuk tidak saling menyalahkan terkait potensi dampak asap akibat karhutla di Kalimantan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas wilayah administratif maupun batas negara. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan melalui kerja sama tanpa membuat spekulasi mengenai asal asap.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujarnya.

Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai kemungkinan munculnya dampak asap lintas batas. Ia menegaskan pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani karhutla.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ungkapnya.

Baca Juga: BMKG Catat 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

Upaya tersebut dilakukan melalui pemadaman dari darat, patroli, pemadaman udara, operasi water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca, serta penambahan personel TNI-Polri yang bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain pemadaman, pemerintah juga menjalankan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Berton menyebutkan sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, 30 pesawat ditempatkan di wilayah Kalimantan dan 22 lainnya di Sumatra.

Kekuatan TNI AU juga ditambah untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ucap Berton.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close