Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kebijakan transmigrasi saat ini diarahkan untuk membentuk ekosistem kawasan ekonomi yang terintegrasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Ini semua menunjukkan bahwa satu itikad yang baik untuk bagaimana kita membangun ekosistem kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi agar masyarakat kita mendapatkan manfaat yang lebih luas lagi," ujar Iftitah di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Iftitah menjelaskan konsep transmigrasi telah mengalami perubahan. Menurut dia, program tersebut tidak lagi sekadar berorientasi pada pemindahan penduduk ke wilayah tertentu.
"Kalau dulu, tempatkan dulu baru kemudian kita lihat ada peluang atau tidak untuk kesejahteraan yang lebih baik, itu dulu. Kalau sekarang cari dulu potensi ekonominya, kemudian bangun industrinya, siapkan lapangan pekerjaannya, kemudian pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, baru penempatan," katanya.
Baca Juga: Mentrans Terjunkan 1.200 Patriot ke Papua, Dorong Ekonomi Warga
Kementerian Transmigrasi sebelumnya menggelar Transmigration Executive Dialogue: Strategic Lecture & Policy Forum. Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Profesor Soner Baskaya, ekonom dari Adam Smith Business School, Universitas Glasgow, Inggris.
Dalam forum itu, Profesor Soner Baskaya menyampaikan pandangan bahwa program transmigrasi saat ini berada dalam momentum yang tepat. Hal tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan dan tantangan yang muncul dalam kondisi global.
Menurut Iftitah, Baskaya menilai transmigrasi menjadi program yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
"Mengapa demikian? Karena ada permintaan (demand) dalam konteks geopolitik maupun tantangan ekonomi global. Ada masalah perang, kemudian masalah ketahanan pangan, masalah iklim, dan banyak hal lagi yang memang dibutuhkan pada hari ini. Bukan lagi pembangunan yang sporadis, tetapi pembangunan ekonomi yang betul-betul memberikan makna ekosistem yang memberikan lebih banyak peningkatan kesejahteraan, peningkatan pendapatan, lebih banyak pekerjaan yang lebih baik," kata Iftitah.
Baca Juga: Kementrans Alokasikan Rp226 Miliar untuk Program Transmigrasi Patriot 2026
Dalam kegiatan tersebut, Profesor Soner Baskaya juga memberikan lecture di hadapan sejumlah pemangku kepentingan. Ia menyampaikan insight mengenai lima program yang dijalankan Kementerian Transmigrasi.
Kelima program itu mencakup Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.
Iftitah mengatakan pembahasan dalam lecture tersebut turut mengulas setiap program secara menyeluruh. Baskaya menekankan bahwa kelima program tersebut tidak seharusnya berjalan secara terpisah.
"Saat lecture juga dibahas dan dibedah satu per satu yang mana beliau menyampaikan bahwa tidak mungkin program-program itu berdiri sendiri, tetapi harus merupakan satu kesatuan dan inilah yang beliau katakan seharusnya memang dijalankan oleh transmigrasi, atau yang seharusnya dari sejak dulu dijalankan," kata Iftitah.
(Sumber; Antara)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026. (Antara)