Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengumumkan pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB guna mendampingi warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
"Hari ini saya sudah rapat pimpinan, semua kepala kantor BKKBN yang saya ikutkan, termasuk NTT tadi saya suruh laporan, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, yang terdampak terhadap asap. Tentu kita punya TPK, harapan kita di tempat masing-masing apa yang bisa dikerjakan, kita bantu," kata Mendukbangga Wihaji di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2026.
Wihaji menggarisbawahi pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga termasuk fungsi perlindungan, kasih sayang, dan sosial budaya di tengah kondisi krisis. Ia pun mengimbau jajarannya serta Ikatan Penyuluh KB untuk tergerak memberikan bantuan nyata di lapangan.
"Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk ayo, kita bantu keluarga kita yang ada di NTT, di tujuh kabupaten dan kota, kan kita punya organisasi ikatan penyuluh KB, bukan sebagai pemerintah saja, melainkan kita selaku warganegara yang kebetulan ada delapan fungsi keluarga, kita mesti hadir dan terketuk hatinya," ujar Mendukbangga WIhaji.
Aksi kemanusiaan ini digulirkan menyusul laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait lonjakan korban jiwa akibat gempa bumi di NTT yang mencapai seratus orang. Kepala BNPB Suharyanto menerangkan bahwa pertambahan angka kematian tersebut berasal dari korban luka berat yang tak tertolong meski telah mendapatkan penanganan intensif.
"Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan, bahwa yang meninggal seratus ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan, sehingga yang semula di hari pertama, hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi seratus yang meninggal dunia," katanya.
Bencana gempa tersebut turut mengakibatkan 1.603 orang luka-luka dan memaksa 180.327 jiwa mengungsi.
Sementara itu, untuk penanganan karhutla di Riau, Presiden Prabowo Subianto memastikan pengerahan armada water bombing serta tim Pasukan Reaksi Penanggulangan Cepat (PRCPB) dengan teknik penerjunan bebas (freefall). Presiden mengapresiasi upaya tersebut sekaligus menekankan pentingnya kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi seluruh petugas yang menerjang titik api.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam siniar On The Record tentang keluarga di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). (Antara)