Ntvnews.id, Jakarta - Perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP), meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi teroris. Hal itu diusulkan, mengingat aksi kekejaman mereka, termasuk yang dilakukan belakangan terakhir ini.
"Status teroris harus segera ditetapkan karena beragam kejahatan kemanusiaan yang juga bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, agama, adat dan budaya, semakin masif dilakukan oleh oleh KKB atau OPM di Tanah Papua," ujar Koordinator SNP, Mufid Kelana di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan kepada pemerintah dan wakil rakyat di parlemen, massa SNP menggelar unjuk rasa dan aksi teatrikal yang memggambarkan kejahatan kemanusiaan oleh KKB atau OPM. Aksi dilakukan di depan gerbang utama Gedung DPR.
SNP menuturkan, serangkaian kejahatan kemanusiaan yang juga bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, agama, adat dan budaya oleh KKB atau OPM, antara lain yakni pembunuhan keji terhadap pilot Captain Nicholas F. Goselin asal Amerika Serikat/ pembantaian sadis terhadap pasangan suami-istri Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya, dan Pam Wendakwe, serta seorang gadis Papua bernama Teina Alya. Termasuk penembakan warga sipil, pekerja, hingga pemerkosaan wanita Papua dan pekerja medis, yang dinilai SNP sudah tidak dapat ditolerir lagi.
"Belum lagi perampokan, pembakaran gereja, sekolah, memaksa warga menanam ganja dan beragam kejahatan kemanusiaan lainnya, sejatinya menunjukkan wajah asli sesungguhnya KKB atau OPM sebagai teroris," tuturnya.
Yang tak kalah keji, kata Mufid, sembilan orang perempuan dan anak-anak asal Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga saat ini diculik oleh KKB atau OPM.
"Sejatinya hal itu menampakkan wujud asli mereka sebagai teroris," ucapnya.
Selain itu, kata Mufid, aksi kejam KKB atau OPM tidak berhenti di situ. Dua orang mama Papua yang berupaya keras menghalangi mereka saat membawa pergi anak gadisnya, ditembak hingga meninggal dunia. Sementara satu mama Papua lainnya beserta anaknya, dilempar ke dalam jurang dengan kejinya.
"Melihat watak, sikap, perilaku dan aksi keji, sadis nan biadab KKB atau OPM yang di luar batas prikemanusiaan serta mengangkangi nilai-nilai ketuhanan, agama, adat dan budaya, massa SNP berharap pemerintah dan DPR RI segera memberi label teroris kepada KKB atau OPM agar kelompok tersebut dapat segera ditumpas dari Bumi Cenderawasih," tuturnya.
Mufid menilai, negara tidak boleh kalah dengan KKB atau OPM. Ia menyerukan DPR RI dan pemerintah khususnya Presiden Prabowo, untuk segera menetapkan status teroris kepada KKB atau OPM.
"Ini demi keamanan, kedamaian, kesejahteraan di Tanah Papua," tandas Mufid.
Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta.