Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Iran sedang mengalami "runtuh total" di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Senin, 24 Agustus 2026, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan klaim Trump mengenai kondisi ekonomi dan militer Iran di tengah konflik kedua negara.
Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington sedang memasuki fase yang disebutnya sebagai "economic D-Day" terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintahan Trump disebut berupaya melemahkan kemampuan militer dan nuklir Republik Islam tersebut.
“Presiden (Donald) Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya,” kata Bessent dalam unggahan di platform X.
Baca juga: Trump Siapkan Perang Ekonomi ke Iran, Negara Pendukung Diancam Sanksi
Trump sebelumnya pada Jumat, 21 Agustus 2026, mengatakan dirinya masih menilai Iran belum siap mencapai kesepakatan yang dinilai tepat dengan Washington. Pada saat yang sama, AS terus memberlakukan langkah-langkah ekonomi yang semakin ketat terhadap Teheran.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat,” ujar Trump kepada wartawan.
“Mereka tidak punya uang, tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, maupun polisi mereka. Mereka mengalami inflasi 350 persen,” tambahnya.
Trump juga menyatakan AS masih memiliki "kendali penuh" atas kawasan sekitar Selat Hormuz, termasuk jalur perairan strategis tersebut serta wilayah daratan di sekitarnya di bagian selatan Iran.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 yang memuat kesepakatan penghentian permusuhan dan pemulihan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Sebut Economic D-Day Trump Pengalihan Isu Krisis AS
Namun, kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai rencana setelah kedua pihak berselisih mengenai ketentuan penerapan serta masa depan navigasi di jalur perairan strategis itu.
Konflik antara kedua negara bermula pada akhir Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah sasaran di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)