Arab Saudi dan Prancis Tegaskan Dukungan Negara Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am. Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am. (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi dan Prancis kembali menegaskan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina serta meminta Israel menarik pasukannya dari seluruh wilayah Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Prancis.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pertemuan Mohammed bin Salman dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Keduanya juga memimpin pertemuan perdana Dewan Kemitraan Strategis Saudi-Prancis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyatakan memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan dengan berlandaskan kedaulatan negara, hukum internasional, serta penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi.

“Terkait Palestina, Riyadh dan Paris dengan tegas menolak upaya untuk melemahkan hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, serta menyerukan penghentian kebijakan permukiman Israel dan kekerasan oleh pihak pendudukan Israel, dengan menyatakan bahwa hal-hal tersebut mengancam solusi dua negara,” demikian bunyi pernyataan kedua pemimpin, dikutip dari Anadolu, Rabu, 26 Agustus 2026.

“Mereka juga menekankan perlunya menciptakan kondisi bagi gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang mendesak, aman, dan tanpa hambatan,” lanjut pernyataan tersebut.

Arab Saudi dan Prancis menyambut pengumuman kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dan mendorong implementasinya. Keduanya juga kembali menyatakan komitmen terhadap Deklarasi New York serta mendukung reformasi Otoritas Palestina dan rencana penyelenggaraan pemilihan presiden serta legislatif.

Baca Juga: Media Iran Sebut Trump hingga Macron Masuk Daftar Target Balas Dendam atas Tewasnya Khamenei

Dalam isu Lebanon, Riyadh dan Paris sepakat memperkuat langkah untuk mencapai penyelesaian permanen, memperkokoh institusi negara, serta mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.

Kedua negara menyerukan implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701. Mereka juga meminta seluruh kelompok bersenjata yang berada di luar kendali negara untuk melucuti senjata dan mendesak Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon.

Arab Saudi dan Prancis turut menegaskan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon dan lembaga-lembaga keamanan negara tersebut.

Dorong Diplomasi Iran-AS

Mengenai Iran, kedua negara menilai penyelesaian melalui perundingan diperlukan untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas. Riyadh dan Paris juga menegaskan dukungan terhadap diplomasi untuk memastikan program nuklir Iran tetap memiliki tujuan damai.

Arab Saudi dan Prancis meminta Iran kembali menjalin kerja sama penuh dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Keduanya juga mengecam serangan terhadap kapal serta ancaman terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Mereka menyerukan agar kondisi pelayaran dikembalikan seperti sebelum serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk menjamin kebebasan navigasi dan pelayaran tanpa biaya maupun pembatasan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bahas Suriah, Yaman, dan Sudan

Dalam persoalan Suriah, Arab Saudi dan Prancis kembali menyatakan dukungan terhadap persatuan, stabilitas, serta pemulihan ekonomi negara tersebut. Kedua negara menekankan pentingnya membangun institusi yang kuat dan meningkatkan investasi.

Keduanya menyambut pembentukan Dewan Bisnis Bersama Saudi-Suriah-Prancis serta melihat peluang Suriah untuk menjadi penghubung antara Eropa, negara-negara Teluk, dan Asia.

Untuk Yaman, Riyadh dan Paris kembali mendukung Dewan Kepemimpinan Presiden serta upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mencari solusi menyeluruh atas konflik di negara tersebut.

Kedua negara mengecam serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas penting di Arab Saudi, termasuk serangan terhadap kapal komersial. Mereka kembali menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi.

Prancis juga menyatakan dukungan penuh kepada Arab Saudi dan menolak segala bentuk serangan yang menyasar wilayah kerajaan tersebut.

Sementara terkait Sudan, kedua negara mendorong peningkatan upaya untuk mengakhiri konflik serta menghentikan campur tangan asing. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan institusi negara Sudan.

Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Ekonomi

Selain isu regional, Arab Saudi dan Prancis sepakat memperluas kerja sama pertahanan, termasuk dalam bidang pengadaan persenjataan dan pelatihan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman yang mencakup sektor pertahanan, kesehatan, kecerdasan buatan, teknologi baru, hingga industri hiburan.

Hubungan ekonomi kedua negara juga terus berkembang. Pernyataan bersama menyebut nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar US$11,8 miliar pada 2025.

Sebanyak 21 perjanjian dan nota kesepahaman juga diumumkan dalam forum meja bundar investasi Saudi-Prancis.

Kunjungan Mohammed bin Salman ke Prancis berlangsung pada 23-24 Agustus 2026. Lawatan tersebut bertepatan dengan peringatan 100 tahun hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Prancis.

HIGHLIGHT

x|close